web analytics
  

Cegah Covid-19, Belanda dan Spanyol Bunuh 1 Juta Hewan Ternak

Selasa, 4 Agustus 2020 10:04 WIB
Umum - Internasional, Cegah Covid-19, Belanda dan Spanyol Bunuh 1 Juta Hewan Ternak, Hewan ternak,sapi,domba,Belanda,Spanyol,Pandemi Covid-19,Corona

Ilustrasi (morrisons.co.uk)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pihak berwenang dari Spanyol dan Belanda telah membunuh lebih dari satu juta hewan di peternakan bulu. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus corona.

Virus yang pertama kali menginfeksi orang di Cina akhir tahun lalu berasal dari sumber hewan, mungkin kelelawar, dan kemudian menyebar dari orang ke orang. Beberapa hewan, termasuk kucing, harimau dan anjing, telah terinfeksi dari manusia, tetapi belum ada kasus yang terdokumentasi tentang hewan yang menyebarkannya kembali ke manusia.

Kondisi ini menjadi pertimbangan Spanyol dan Belanda mengambil tindakan pencegahan. Wabah ini telah membuat hewan memiliki risiko besar karena pekerja yang terinfeksi, meskipun pejabat masih tidak yakin. Namun pemerintah Belanda dan seorang peneliti dan para ilmuwan sedang menyelidiki apakah ada kemungkinan penyebaran ulang dari hewan ke manusia.

Wabah seperti itu terjadi di peternakan bulu Spanyol di dekat La Puebla de Valverde. Kepala daerah pertanian dan lingkungan, Joaquín Olona, mengatakan ditemukan tujuh dari 14 karyawan, termasuk pemiliknya, dinyatakan positif pada akhir Mei. Sebanyak dua karyawan lain terinfeksi bahkan setelah operasi ditutup.

Lebih dari 92 ribu hewan berbulu yang diternakkan diperintahkan untuk dibunuh di peternakan di wilayah Aragon, Spanyol timur laut. Keputusan ini setelah sembilan dari 10 hewan diperkirakan telah tertular virus itu.

Setelah wabah Belanda dimulai pada April, dokter hewan yang mempelajari virus di Wageningen University and Research, Profesor Wim van der Poel, menetapkan bahwa jenis virus pada hewan itu mirip dengan virus yang beredar di antara manusia. "Kami berasumsi bahwa itu mungkin akan ditransmisikan kembali kepada orang-orang lagi," katanya merujuk pada setidaknya dua pekerja yang terinfeksi.

Peneliti di Cary Institute of Ecosystem Studies di Millbrook, New York, Richard Ostfeld, mengatakan  jika dikonfirmasi, ini akan menjadi contoh pertama penularan dari hewan ke manusia. "Dengan bukti penularan hewan berbulu-ke-manusia yang diternakkan, kita pasti perlu khawatir dengan potensi hewan peliharaan yang terinfeksi untuk menularkan infeksi mereka kepada kita," katanya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan beberapa virus corona yang menginfeksi hewan dapat menyebar ke manusia dan kemudian menyebar di antara manusia. Namun lembaga ini menekankan kondisi tersebut jarang terjadi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan yang berbasis di Paris sedang mempelajari transmisi virus antara hewan dan manusia. Beberapa universitas dan lembaga penelitian juga memeriksa masalah ini.

WHO telah mencatat bahwa penularan pada peternakan pembibitan bulu dapat terjadi dengan dua arah. Namun, perwakilan WHO Dr. Maria Van Kerkhove mengatakan transmisi seperti itu sangat terbatas.

“Ini memberi kita beberapa petunjuk tentang hewan mana yang rentan terhadap infeksi dan ini akan membantu kita saat kita mempelajari lebih lanjut tentang potensi penampungan hewan (virus),” kata Kerkhove merujuk pada kasus di Belanda dan Denmark, produsen utama lainnya bulu dari hewan yang diternakan.

Sementara para ilmuwan mengira virus itu berasal dari kelelawar, Kerkhove menduga wabah tersebut mungkin telah melewati hewan lain sebelum menginfeksi manusia. Tim WHO yang berada di China berencana untuk mempelajari masalah ini.

Otoritas Keamanan Produk Makanan dan Konsumen Belanda menyatakan lebih dari 1,1 juta hewan di peternakan bulu telah terbunuh di 26 pertanian Belanda. Pemerintah mengumumkan bulu di peternakan ke-27 juga terinfeksi dan akan dibunuh.

Direktur federasi Belanda para petani bulu, Wim Verhagen, menyatakan Belanda yang memiliki sekitar 160 peternakan bulu adalah penghasil bulu berharga terbesar keempat di dunia setelah Denmark, China, dan Polandia. Spanyol memiliki 38 operasi pembibitan bulu aktif, sebagian besar di Galicia barat laut.

Spanyol dan Belanda telah memperketat protokol kebersihan di peternakan bulu dan melarang transportasi hewan dan kunjungan ke bangunan tempat memelihara. China dan Amerika Serikat belum melaporkan adanya wabah virus di peternakan bulu atau pada hewan di peternakan lain.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Pakar Angkasa Berkumpul Bahas Strategi, Asteroid Bakal Tabrak Bumi?

Internasional Kamis, 22 April 2021 | 20:54 WIB

Pakar luar angkasa akan berkumpul bulan ini untuk menyusun strategi jika asteroid menabrak Bumi. Bahasan itu akan dikemu...

Umum - Internasional, Pakar Angkasa Berkumpul Bahas Strategi, Asteroid Bakal Tabrak Bumi?, asteroid tabrak bumi,Konferensi Pertahanan Planet,Dampak Asteroid Hipotetis PDC 2021,Asteroid,asteroid pdc 2021,asteroid adalah

Indonesia Tak Masuk Daftar Penerbangan Maskapai Saudi, Ada Apa?

Internasional Kamis, 22 April 2021 | 17:28 WIB

Maskapai Saudi akan memulai kembali penerbangan internasional pada 17 Mei pukul 13.00 waktu setempat. Terdapat 20 negara...

Umum - Internasional, Indonesia Tak Masuk Daftar Penerbangan Maskapai Saudi, Ada Apa?, Daftar Penerbangan Maskapai Saudi,Maskapai Saudi,penerbangan internasional,Indonesia Tak Masuk Daftar Penerbangan Maskapai Saudi,pembukaan penerbangan Saudi,negara terlarang memasuki Saudi,Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi

Divaksin Covid-19, Warga New York Dapat Hadiah Selinting Ganja

Internasional Kamis, 22 April 2021 | 15:26 WIB

Warga New York, Amerika Serikat, yang telah divaksinasi Covid-19 mendapat hadiah unik berupa lintingan ganja.

Umum - Internasional, Divaksin Covid-19, Warga New York Dapat Hadiah Selinting Ganja, Warga New York,Divaksin Covid-19 Dapat Ganja,Ganja Hadiah Divaksin Covid-19,divaksinasi Covid-19,lintingan ganja,hadiah unik,pengesahan aturan ganja,ganja gratis,penggemar ganja

Astronom Temukan Lubang Hitam yang Paling Dekat dengan Bumi

Internasional Kamis, 22 April 2021 | 15:11 WIB

Astronom telah menemukan lubang hitam terdekat yang diketahui ke Bumi. Benda aneh kecil yang dijuluki 'The Unicorn' yang...

Umum - Internasional, Astronom Temukan Lubang Hitam yang Paling Dekat dengan Bumi, lubang hitam,lubang hitam dekat bumi,The Unicorn,lubang hitam The Unicorn

Warga New York Dapat Ganja Gratis Setelah Divaksin, untuk Apa?

Internasional Kamis, 22 April 2021 | 13:55 WIB

Ini diberikan kepada siapa pun yang membawa bukti sudah menerima suntikan vaksin.

Umum - Internasional, Warga New York Dapat Ganja Gratis Setelah Divaksin, untuk Apa?, Ganja Gratis,Warga New York,New York,Ganja,Vaksin,Vaksinasi,Suntikan Vaksin,Amerika Serikat

Muncul Ancaman Demam Babi Afrika, Begini Strategi China

Internasional Kamis, 22 April 2021 | 13:28 WIB

Demam babi afrika muncul di sejumlah provinsi di China dan menyebabkan kerugian signifikan.

Umum - Internasional, Muncul Ancaman Demam Babi Afrika, Begini Strategi China , Demam Babi Afrika,China,penyakit hewan,zona bebas penyakit

Dianggap Gunakan Data Anak, TikTok Digugat Pelanggaran Berat

Internasional Kamis, 22 April 2021 | 11:51 WIB

Tiktok dituduh sebagai layanan pengumpulan data dan jaringan sosial terselubung, yang sengaja dan berhasil menipu orang...

Umum - Internasional, Dianggap Gunakan Data Anak, TikTok Digugat Pelanggaran Berat, TikTok,Uni Eropa,Anne Longfield,Inggris,mantan komisaris anak-anak untuk Inggris

Hacker China Diklaim Menyerang Perusahaan dan Lembaga Jepang

Internasional Kamis, 22 April 2021 | 11:24 WIB

Kelompok peretas itu diyakini terkait dengan militer China.  

Umum - Internasional, Hacker China Diklaim Menyerang Perusahaan dan Lembaga Jepang, Hacker,Peretas,China,Jepang,Militer China,Serangan Siber

artikel terkait

dewanpers