web analytics
  

Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon Membengkak

Selasa, 4 Agustus 2020 09:37 WIB Erika Lia
Gaya Hidup - Wisata, Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon Membengkak, COVID-19,Kabupaten Cirebon,Berita Cirebon,nanan abdul manan

Ilustrasi (EPA)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus membengkak. Sampai kini, total tercatat 74 kasus.

Otoritas penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mendata, hingga 31 Juli 2020 sebanyak 68 kasus terkonfirmasi Covid-19. Namun, sejak 1 Agustus 2020 terjadi penambahan sedikitnya 6 kasus.

Ke-6 kasus baru tersebut diketahui berasal dari beragam kecamatan se-Kabupaten Cirebon. Dari jumlah itu, 1 kasus di antaranya ditemukan berasal dari Kluster Plered.

"Kasus ke-67 merupakan pasien berjenis kelamin perempuan dengan usia 43 tahun dari Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, yang mengikuti tes swab massal di sana," ungkap Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon yang juga anggota Divisi Pelayanan Informasi, Pusat Data, TIK, dan Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan.

Selain dari Kluster Plered, kasus-kasus positif baru lainnya diketahui berasal dari Desa Galagamba di Kecamatan Ciwaringin, Desa Bojong Wetan di Kecamatan Jamblang, Kecamatan Pasaleman, Kecamatan Sumber, dan Kecamatan Mundu.

Dari 6 kasus baru itu, paparan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 rupanya pula menimpa seorang pria berusia 43 tahun dari Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon. Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dinas ke luar kota.

Selain pasien dengan riwayat perjalanan ke luar kota, seperti Jakarta dan Karawang, sebagian di antara pasien positif baru tersebut merupakan kontak erat dari pasien lain yang sebelumnya telah terkonfirmasi positif.

Saat ini, beberapa pasien dikarantina di rumah sakit Kabupaten Cirebon maupun luar kota. Sedangkan beberapa pasien lain menjalani karantina mandiri.

Selain 74 pasien positif, otoritas penanganan Covid-19 setempat pula mencatat total 300 kasus suspek dan 1 kasus probable.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers