web analytics
  

Jangan Berlebihan, Ini Risiko Terlalu Banyak Makan Daging

Selasa, 4 Agustus 2020 08:36 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Jangan Berlebihan, Ini Risiko Terlalu Banyak Makan Daging, Ikatan Dokter Indonesia (IDI),daging kambing,sate,Merokok

Satai, salah satu olahan dari daging kurban. (Pixabay/Sherra Triarosdiana)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, masyarakat yang menerima daging diharapkan tidak mengonsumsinya berlebihan meski daging kambing dan sapi mengandung lemak yang dibutuhkan tubuh.

Konsumsi daging berlebihan bisa memicu penyakit, utamanya yang memiliki penyakit asam urat dan tidak melakukan gerakan masyarakat hidup sehat (germas).

Ketua Dewan Pertimbangan IDI Zubairi Djoerban menjelaskan, manusia memerlukan makanan sebagai sumber nutrisi karena tubuh membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan yang lain.

Bahkan, dia menyebutkan daging  kurban seperti kambing yang kolesterolnya lebih rendah daripada daging babi. "Jadi, aman kalau mengonsumsi daging  kurban yang sudah diolah seperti tongseng, gulai, atau sup. Tetapi kalau mengonsumsinya berlebihan juga tidak baik karena meski dagingnya oke, jeroannya kan tinggi asam urat," ujarnya, seperti diberitakan Republika.co.id, Senin (3/8/2020).

Karena itu, dia meminta orang yang memiliki riwayat penyakit asam urat supaya tidak mengonsumsi daging termasuk kambing terlalu banyak. Zubairi menyarankan orang yang memiliki kolesterol tinggi jangan menyantap hidangan yang berlemak.

Dia juga meminta masyarakat hati-hati saat mengonsumsi sate. Ketika daging dipertemukan dengan api ternyata tidak terlalu baik menurut kesehatan karena mengandung zat seperti arang dan senyawa-senyawa lainnya yang kurang baik untuk kesehatan.

"Meski makan sate diperbolehkan tetapi dibatasi saja," katanya.

Selain mengatur makanan, masyarakat diminta berolahraga teratur yaitu dalam sepekan selama 150 menit. Zubairi juga merekomendasikan konsumsi sayur tiga kali sehari dan makan buah tiga kali sehari. Di usia tertentu seharusnya kita melakukan check up kesehatan.

"Karena yang berbahaya adalah kalau makan hanya daging tetapi di satu sisi tidak olahraga, tidak makan buah, dan tidak merokok," ujarnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers