web analytics
  

Relokasi Pedagang Pasar Tagog Padalarang Gunakan Bahu Jalan

Selasa, 4 Agustus 2020 08:02 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Relokasi Pedagang Pasar Tagog Padalarang Gunakan Bahu Jalan, Pasar Tagog,Aa Umbara,padalarang,Bandung Barat

Bupati Bandung Barat Aa Umbara saat meninjau Pasar Tagog Padalarang, Senin (3/8/2020) (Ayobandung.com/Tri Junari)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadikan sebagian bahu jalan depan pasar Tagog, Padalarang sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang selama revitalisasi .

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, keputusan tersebut diambil agar pembangunan pasar Tagog Padalarang mulai berlangsung pada bulan September 2020.

"Pembangunan TPS sudah disepakati oleh paguyuban pasar dan para pedagang," katanya saat ditemui usai meninjau Pasar Tagog Padalarang, Senin (3/8/2020).

Ia menambahkan, rencananya TPS tersebut akan dibangun di sepanjang Jalan Raya Tagog yang diperuntukkan bagi pedagang yang terdampak selama proses pembangunan berlangsung.

"Barusan pak Kapolres Cimahi sudah mantau juga, jika sudah tertata rapih akan mengurangi kemacetan,"tambahnya.

Umbara menyebut, pihaknya yakin pembangunan pasar Tagog Padalarang tersebut akan selesai tepat waktu dan kemacetan pun tidak akan berlangsung berlarut-larut.

"Sepanjang tahun pasar ini selalu macet, mudah-mudahan sudah pembangunan pasar tersebut kemacetan akan berkurang,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya pun meminta masyarakat untuk bersabar selama proses pembangunan pasar tersebut berlangsung lantaran tidak menutup kemungkinan kemacetan terjadi.

"Sekarang pembangunan pasar hanya satu tahun, jika tidak segera dibangun kemacetan akan terus terjadi berlarut larut,"katanya.

Ditempat sama, Direktur Operasional PT Bina Bangun Persada, Engkus menjelaskan, hal pertama yang akan diprioritaskan yakni membangun kios atau loss bagi para pedagang.

"TPS akan segera bangun karena pedagang harus tetap berjualan, kita akan menggunakan satu meter bahu jalan," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan kepolisian. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terganggunya arus lalu lintas.

"Pembangunan TPS akan selesai sekitar satu bulan ke depan. Agar proses pembangunan pasar cepat dilakukan," katanya.

Saat ini pihaknya tengah mendata para pedagang yang akan berjualan di TPS tersebut. Sejauh ini berdasarkan data yang diperoleh pihaknya akan menyediakan sekitar 900 kios.

"Kios 400 unit dan 500 loss, dengan ketersediaan tersebut semua pedagang akan tercover," pungkasnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers