web analytics
  

Video YouTubenya Banyak Dikecam, Anji Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 4 Agustus 2020 05:44 WIB
Umum - Artis, Video YouTubenya Banyak Dikecam, Anji Dilaporkan ke Polisi, Anji,Dunia Manji,Hadi Pranoto,Obat corona,COVID-19

Anji eks Drive dilaporkan kepada Polisi terkait video wawancaranya dengan Hadi Pranoto yang mengklaim sudah menemukan obat berbentuk cairan herbal untuk virus corona penyebab Covid-19. (suara.com/Nanda)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Musisi Anji dilaporkan kepada polisi karena video YouTube yang menyulut kontroversi terkait pandangannya soal Covid-19.

Anji dikecam setelah mengunggah video wawancara dengan Hadi Pranoto yang mengklaim sudah menemukan obat berbentuk cairan herbal untuk virus corona penyebab Covid-19.

Video yang diunggah ke channel YouTube Anji itu dikecam karena dianggap dan bisa menyesatkan publik. Saat ini, video tersebut tampaknya sudah menghilang dari channel YouTube Anji, Dunia MANJI.

Karena hal tersebut, Anji dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya, pada hari ini, Senin, 3 Agustus 2020.

Muannas menilai, ada beberapa hal dalam konten YouTube tersebut yang terindikasi berita bohong bahkan mengarah pada dugaan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 1, Pasal 15 UU No.1 Tahun 1946 dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE.

“Datang ke SPKT Polda Metro Jaya untuk melaporkan secara resmi terkait unggahan konten channel YouTube milik Anji itu durasinya sekitar 35 menit, yang kita dapat berkaitan dengan interview konon seorang profesor bernama Hadi Pranoto yang kabarnya dia mengklaim telah menemukan penemuan terhadap obat COVID-19,” kata Muannas di Polda Metro Jaya, sesaat sebelum membuat laporan.

Muannas menjelaskan, konten YouTube Anji  tersebut sempat viral sebelum akhirnya menghilang dari YouTube. Muannas menambahkan, konten YouTube tersebut menimbulkan banyak kecaman dari sejumlah pihak termasuk para ahli.

“Konten itu sempat beredar viral waktu tiga hari sejak hari Sabtu sampai dengan Minggu, kemudian belakangan kita tahu bahwa itu di-take down dari pihak YouTube, kenapa? karena bisa jadi memang konten yang dimuat di situ kontroversial,” kata Muannas.

Muannas menyebut, video itu juga banyak dikecam oleh sejumlah pihak, termasuk akademisi, para ahli, ikatan para dokter, Menteri Kesehatan, influencer, hingga masyarakat luas.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers