web analytics
  

Manfaat Mandi Air Dingin, Bisa Bikin Anda Jarang Sakit

Selasa, 4 Agustus 2020 05:21 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Manfaat Mandi Air Dingin, Bisa Bikin Anda Jarang Sakit, mandi air dingin,manfaat,Kesehatan,Mood

[Ilustrasi] Mandi air dingin bisa meningkatkan kesehatan dan kewaspadaan. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mandi air dingin memberi banyak manfaat bagi kesehatan, baik fisik maupun mental.

Simak beberapa bukti ilmiah seputar manfaat mandi air dingin berikut ini, seperti yang dilansir dari laman Medical News Today. Ada juga tips untuk mulai mandi air dingin bagi Anda yang belum terbiasa.

1. Meningkatkan kewaspadaan

Bangun pagi masih merasa mengantuk? Mandi air dingin akan 'membangunkan' Anda. Mandi air dingin akan meningkatkan detak jantung dan laju pernapasan, membuat Anda akan merasa lebih waspada.

Air dingin juga meningkatkan metabolisme tubuh karena harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu tubuh yang stabil. Namun, karena durasi mandi paling hanya sekitar 5-10 menit, Anda tidak bisa mengandalkan efek peningkatan metabolisme ini sebagai teknik untuk menurunkan berat badan.

2. Menguatkan sistem kekebalan tubuh

Sebuah studi dalam jurnal PLoS One menemukan bahwa orang yang mandi air dingin 29% lebih kecil kemungkinannya sakit saat bekerja atau sekolah.

Studi ini meneliti 3.018 orang yang mandi air panas kemudian beralih ke mandi air dingin selama 30 sampai 90 detik. Satu kelompok pembanding adalah mereka yang mandi air hangat seperti biasa dan tidak menggunakan air dingin sama sekali.

Mereka yang mandi air dingin cenderung jarang absen dengan alasan sakit. Para peneliti menyimpulkan bahwa mandi air dingin mungkin membuat penyakit seseorang terasa kurang parah, sehingga memungkinkan mereka untuk tetap melanjutkan kegiatan sehari-hari seperti biasa.

Para peneliti tidak menemukan perbedaan antara orang-orang yang mandi air dingin selama 30, 60, atau 90 detik. Hal ini membuat mereka menyimpulkan bahwa air dingin memicu sistem kekebalan tubuh terlepas dari durasinya.

3. Meningkatkan mood

Beberapa peneliti berteori bahwa mandi air dingin dapat meningkatkan mood.

Sebuah artikel lama dalam jurnal Medical Hypotheses mengemukakan bahwa karena mandi air dingin mengaktifkan sistem saraf simpatik dan meningkatkan ketersediaan neurotransmiter seperti norepinefrin dan endorfin, orang mungkin lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala depresi setelah mandi air dingin.

Namun, penting untuk dicatat bahwa orang tidak boleh mengganti pengobatan depresi yang ditentukan dengan mandi air dingin.

4. Pendinginan lebih cepat setelah berolahraga

Terapi perendaman air dingin (merendam tubuh dalam es atau mandi air dingin) adalah praktik umum dalam banyak kegiatan atletik.

Terapis fisik yang berspesialisasi dalam olahraga telah menyarankan bahwa suhu dingin dapat dengan cepat meredakan panas dan mengurangi peradangan. Sebuah studi dalam Journal of Athletic Training menemukan bahwa mandi air dingin dapat meredakan hipertermia saat aktivitas, dibandingkan tanpa perawatan sama sekali.

Namun, para peneliti memang mencatat bahwa mandi air dingin tidak seefektif terapi perendaman untuk mengurangi olahraga yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh.

5. Mempercepat proses pemulihan

Sebuah meta-analisis dari 23 artikel dalam Journal of Strength and Conditioning Research menemukan bahwa terapi perendaman dan kontras air dingin (pertama menggunakan air panas, kemudian beralih ke air dingin) dapat membantu meningkatkan pemulihan dan mengurangi perasaan lelah.

Penelitian ini dapat membantu atlet menggunakan teknik air dingin untuk mengurangi perasaan lelah terkait kinerja fisik mereka.

6. Mengurangi rasa sakit

Menurut sebuah artikel di North American Journal of Medical Sciences, air dingin dapat memiliki efek seperti anestesi lokal untuk menghilangkan rasa sakit.

Paparan air dingin dapat menyebabkan pembuluh darah mengerut, yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan edema yang menyebabkan rasa sakit. Air dingin juga dapat memperlambat kecepatan sinyal saraf melakukan impuls.

Ini dapat mengurangi kecepatan saraf mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak, yang dapat menurunkan persepsi rasa sakit seseorang.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers