web analytics
  

Mengapai Bayi Tiba-Tiba Menolak Minum ASI? Ini Penyebabnya

Senin, 3 Agustus 2020 21:50 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Mengapai Bayi Tiba-Tiba Menolak Minum ASI? Ini Penyebabnya, ASI,bayi

Bayi minum ASI. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- ASI jadi makanan utama bayi sejak baru lahir. Tetapi, bayi terkadang menolak minum ASI, baik secara langsung dari ibunya ataupun ketika diberikan melalui botol susu.

Ada beberapa penyebab bayi menolak minum ASI. Namun, faktor tersebut juga tergantung dari usia anak.

Dokter spesialis anak RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc, menjelaskan bahwa jika penolakan pemberian ASI terjadi pada bayi baru lahir, hal ini kemungkinan disebabkan posisi saat menyusui kurang nyaman.

"Kalau baru lahir, biasanya paling sering karena posisi dan peletakannya kurang tepat. Kedua, pola tidur bayi belum kaya kita. Baru lahir, normalnya malam begadang, kalau siang lebih banyak tidur. Ini yang kadang susah dibangunin, memang butuh penyesuaian," jelas Caessar saat siaran langsung bersama Instagram Mother and Baby, Senin (3/8/2020).

Selain itu, bayi yang lahir prematur juga biasanya masih mengalami kesulitan minum ASI. Sebab, kata Caessar, kemampuannya belum optimal seperti bayi yang lahir dengan waktu cukup.

Jika bayi telah berusia lebih besar atau di atas tiga bulan, menurut Caessar, penyebab bayi menolak minum ASI akan berbeda lagi.

"Biasanya karena ada distraksi. Kalau tiga bulan ke atas, pendengaran bayi makin baik, jadi kalau ada suara-suara gitu, dia lepas nyusunya. Atau bingung puting. Mungkin karena sudah dikenali dot. Atau over stimulated. Dua bulan pertama sudah diajarkan telentang, tengkurap, jadi bayi sudah capek dan agak malas untuk nyusu," tuturnya.

Jika ibu khawatir apakah ada faktor sakit tertentu sehingga menyebabkan bayi enggan menyusu, Caessar menyarankan, cara termudah untuk memastikannya adalah dengan memperhatikan pertumbuhan berat badan anak.

Ia menjelaskan bahwa bayi akan selalu mengalami penambahan berat badan terutama saat usia setahun pertama.

"Kalau tiga bulan pertama penambahan minimal 25 gram per hari. Kalau 4-5 bulan, 20 gram per hari," ucapnya.

Jika ibu masih ragu, langkah terbaik menurut Caessar adalah memeriksakan anak ke dokter.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Tag
Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers