web analytics
  

Sepertiga Anak di Dunia Miliki Kadar Timbal Berbahaya dalam Darah

Senin, 3 Agustus 2020 13:14 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Sepertiga Anak di Dunia Miliki Kadar Timbal Berbahaya dalam Darah, Timbal,Darah,Kesehatan,IQ,masalah kesehatan

[Ilustrasi] Kandungan timbal dengan tingkat tinggi sangat berbahaya bagi kesehatan anak. Menurut penelitian, sepertiga anak di seluruh dunia memilikinya, dengan jumlah terbanyak berada di kawasan Asia Selatan. (Unsplash.com/Patrick Hendry)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Satu dari tiga anak secara global memiliki kadar timbal dalam darahnya. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang.

Mayoritas anak-anak yang terkena dampak berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah, menurut sebuah penelitian dilansir dari Time.

Penelitian tersebut dilakukan Institute for Health Metrics and Evaluation dan diterbitkan oleh Unicef, bekerja sama dengan Pure Earth. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa hingga 800 juta anak di seluruh dunia memiliki tingkat timbal pada atau di atas 5 mikrogram per desiliter, jumlah yang dapat mengurangi skor IQ sebesar 3-5 poin dan dapat menyebabkan peningkatan kekerasan.

Sebagian besar anak yang terkena dampak tersebut berada di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan Asia Selatan menyumbang separuh dari total. India memiliki jumlah anak terbanyak dengan keracunan timbal, dengan lebih dari 275 juta anak dengan kadar timbal dalam darah lebih dari lima mikrogram per desiliter.

Menurut Henrietta Fore, Direktur Eksekutif Unicef, harus ada tindakan segera untuk melindungi anak-anak di seluruh dunia dari pencemaran yang bisa berakibat fatal. Perlahan-lahan dampak dari pencemaran timbal berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak.

Dalam laporan tersebut, limbah elektronik, pertambangan, cat, dan baterai timbal yang didaur ulang dengan buruk adalah salah satu sumber keracunan. Misalnya, anak-anak di banyak daerah menghirup uap dari operasi daur ulang baterai dan pabrik peleburan.

Walaupun paparan timbal tingkat tinggi bisa mematikan, tingkat yang lebih rendah masih dapat memiliki dampak kesehatan jangka panjang, terutama untuk anak-anak yang otaknya masih berkembang. Untuk anak-anak di bawah usia lima tahun, paparan timbal sangat berbahaya dan terkait dengan masalah kesehatan mental dan masalah perilaku.

Anak-anak yang terpapar timbal juga cenderung tinggal di daerah yang lebih miskin dengan tidak ada akses yang memadai ke sekolah, makanan bergizi, dan perawatan medis. Paparan timbal juga dapat memengaruhi anak-anak lebih parah, menyebabkan kerusakan ginjal, dan penyakit kardiovaskular.

Selain memberikan bel peringatan tentang keracunan timbal di seluruh dunia, penelitian tersebut juga memberikan harapan. Richard Fuller Presiden Pure Earth mengatakan, timbal dapat didaur ulang dengan aman tanpa membahayakan pekerja, anak, dan masyarakat sekitarnya. Tempat yang terkontaminasi pun dapat dipulihkan kembali.

Dia menambahkan, masyarakat bisa dididik mengenai bahaya timbal dan betapa pentingnya melindungi diri dan anak-anak dari paparan timbal tersebut. Implikasinya akan sangat besar, yaitu peningkatan kesehatan, peningkatan produktivitas, IQ lebih tinggi, lebih sedikit kekerasan, dan masa depan yang lebih cerah bagi jutaan anak di seluruh planet ini. (Fariza Rizky Ananda)

 

Sumber: Time
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers