web analytics
  

SMA di Cianjur Selatan Berbenah Jelang KBM Tatap Muka

Senin, 3 Agustus 2020 18:22 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, SMA di Cianjur Selatan Berbenah Jelang KBM Tatap Muka, KBM Tatap Muka,SMA di Cianjur Selatan

Siswa SMA. (Irfan Al-Faritsi)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Kabupaten Cianjur termasuk daerah dengan resiko rendah dalam penyebaran wabah virus Corona. Apalagi wilayah Selatan telah ditetapkan sebagai zona hijau sesuai standar Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka akan segera dilaksanakan mulai tingkat SMA/SMK, SMP dan SD, tentu saja dengan menjalankan protokol kesehatan dan bersifat berjenjang antar tingkatan sekolah.

Salah satu sekolah yang sudah berbenah menyambut KBM tatap muka, yakni SMK Takokak Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur, pihak sekolah mempersiapkan yang diperlukan jika sudah ada intruksi dari Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

Beberapa peralatan yang dipersiapkan di antaranya Thermogun, handsanitizer, portable cuci tangan, masker dan alat penyemprot elektrik disinsfektan.

"Perlengkapan untuk menggelar KBM tatap muka sudah kita beli, tentu saja sesuai dengan protokol kesehatan,” Kata Deni Ramdani pada Ayobandung.com, Senin (3/8/2020).

Beberapa sarana yang dipersiapkan adalah tempat cuci tangan setiap kelas sebanyak 18 kelas sudah siap digunakan.

"Lalu masker sebanyak 600 buah, kami juga memasang penyemprot disinfektan," katanya.

Perihal pelaksanaanya, Deni mengatakan pihak sekolah belum menerima keputusan dari pemerintah. Soalnya saat ini masih rapat koordinasi masih berlangsung diikuti oleh forum pimpinan kecamatan.

“Pelaksanaan KBM tinggal menunggu kesepakatan guru dan staf TU sambil menunggu instruksi melalui surat edaran dari Plt Bupati," katanya.

Juru bicara Satuan Tugas Covid 19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, menjelaskan bahwa 16 kecamatan yang akan melaksanakan ujicoba sekolah tatap muka berada di zona hijau.

“Cianjur wilayah Selatan masuk zona hijau, diantaranya 16 kecamatan, mulai dari Campaka hingga daerah paling ujung, sehingga sangat memungkinkan menggelar KBM tatap muka,” katanya.

Hanya saja, selain harus menjalankan protokol kesehatan, juga sekolah yang akan mulai KBM tatap harus berjenjang dengan kurun waktu dua minggu.

“Harus berjenjang, mulai dari SMA/SMK dicob selama dua minggu, terua SMP dua minggu kemudian dan terakhis SD. Nanti akan kelihatan dampaknya, apakag tren menurun atau naik yang masuk kategori ODP, PDP dan Positif,” pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers