web analytics
  

Pemprov Jabar Geber Tes Covid-19 ke Perkantoran

Senin, 3 Agustus 2020 16:31 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Pemprov Jabar Geber Tes Covid-19 ke Perkantoran, Gedung Sate,Ridwan Kamil,COVID-19,Jawa Barat

Ilustrasi: Petugas melakukan simulasi penanganan pasien Covid-19 di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menggencarkan pengetesan Covid-19 di wilayah perkantoran. 

Hal ini menyusul ditemukannya 40 pegawai Gedung Sate Bandung dan sejumlah kantor lainnya yang positif Covid-19.

"Kita akan terus lakukan agresif testing terutama di perkantoran, ada keterpaparan di banyak tempat. Gedung Sate, DPRD, kejaksaan. Kita ingatkan karena bisa jadi datang dari perilaku karyawan yang sepulang kerja melakukan hal tak terkontrol," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers, Senin (3/8/2020).

Saat ini pihaknya telah menerapkan skema work from home (WFH) untuk kantor-kantor yang di dalamnya ditemukan kasus positif. Situasi kerja di perkantoran yang mengharuskan pegawai berada di ruang tertutup dalam jangka waktu yang lama dinilai menjadi salah satu pemicu pesatnya persebaran virus.

"Diskresi WFH direkomendasikan oleh kita. Kejadian kasus perkantoran mengindikasikan agar kantor rajin-rajin buka jendela, karena perkantoran dengan AC centeral itu lebih rentan," ungkapnya.

Bila memungkinkan, kegiatan kerja dilakukan secara outdoor. Hal ini pun berlaku untuk kegiatan lainnya seperti resepsi pernikahan.

"Kalau ada pilihan kegiatan outdoor, lakukan outdoor. Termasuk kegiatan lain seperti resepsi," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, saat ini sebanyak 17 orang dari 40 orang pegawai Gedung Sate yang positif Covid-19 telah menjalani karantina. Mayoritas mereka merupakan orang tanpa gejala (OTG).

"Dari 1.265 orang (yang diswab), 40 orang positif. Sebanyak 17 orang dikarantina di BPSDM (Cimahi), sisanya karantina mandiri di rumah masing-masing. Semua yang terpapar mayoritas OTG," ungkapnya.

Pihaknya juga telah melakukan tracing pada kontak-kontak dekat para pegawai yang dinyatakan positif. Namun, hasilnya belum keluar.

"Mereka sudah diminta untuk melakukan isolasi mandiri, itu yang penting," ungkapnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers