web analytics
  

Jokowi: Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi dari Global

Senin, 3 Agustus 2020 14:31 WIB Khoirur Rozi
Bisnis - Finansial, Jokowi: Angka Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi dari Global, jokowi,COVID-19,Protokol Kesehatan,masker,Cuci tangan,Jaga Jarak

Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir cukup mengkhawatirkan. 

Angka kematian di Tanah Air akibat virus ini lebih tinggi 0,8% dari kematian secara global.

"Kita tahu sampai kemarin sudah ada 111.000 lebih kasus dengan case fatality rate 4,7% dan angka kematian di Indonesia lebih tinggi 0,8% dari kematian global. Ini yang saya kira jadi PR (pekerjaan rumah) besar bersama kita," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2020).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 2 Agustus 2020, kasus Covid mencapai 111.455. Total angka kematian 5.236 akibat Covid-19 dan angka kesembuhan mencapai 68.975 pasien.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepada jajaran menteri untuk menyosialisasikan protokol kesehatan secara masif kepada masyarakat. Presiden ingin pengetahuan mengenai pencegahan Covid-19 sampai ke masyarakat tingkat bawah.

"Pada kesempatan yang baik ini saya ingin protokol kesehatan, perubahan perilaku di masyarakat betul betul jadi perhatian kita. Saya ingin ini fokus saja," ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga meminta sosialisasi protokol kesehatan dilakukan secara bertahap. Dua minggu ke depan, dia ingin sosialisasi fokus pada wajib masker saat beraktivitas. Setelah itu, edukasi mengenai jaga jarak, tidak berkerumun, dan rajin cuci tangan disampaikan satu per satu.

"Jadi tidak dicampur (sosialisasinya) urusan cuci tangan, urusan jaga jarak, urusan tidak berkerukun, urusan pakai masker," ujarnya.

Menurutnya, cara ini efektif mengedukasi masyarakat hingga kalangan bawah. Sebab selama ini dia menilai sosialisasi protokol kesehatan hanya betul-betul dipahami oleh kalangan menengah ke atas.

"Untuk kalangan menengah ke atas mungkin bisa ditangkap secara cepat, tapi yang di bawah ini menurut saya memerlukan satu per satu," ungkapnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers