web analytics
  

Tergiur Lowongan Kerja di Facebook, Belasan Gadis KBB Jadi Korban Pencabulan

Senin, 3 Agustus 2020 12:56 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Tergiur Lowongan Kerja di Facebook, Belasan Gadis KBB Jadi Korban Pencabulan, Kriminal,Penupian,Gadis KBB,Kabupaten Bandung Barat,Berita Bandung,facebook

Polisi ungkap kasus pencabulan berkedok penipuan di Facebook (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Belasan wanita muda warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi korban penipuan dan pencabulan yang dilakukan sopir angkot Suherman (24) warga Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, KBB. 

Dengan modus penawaran lowongan kerja melalui media sosial facebook, pelaku memperdaya korban hingga tertipu uang hingga menyetubuhi korban.

Kapolres Cimahi, AKBP. Yoris MY Marzuki menerangkan, pelaku ditangkap setelah pihaknya menerima laporan korban. Satuan Reserse Kriminal melibatkan tim cyber berhasil menangkapnya pekan lalu.

"Modus operandi yang dilakukan tersangka ini dengan membuat akun facebook palsu kemudian memposting penawaran lowongan pekerjaan di grup lowongan kerja, korbannya mereka yang tertarik kemudian dilanjutkan komunikasii melalui pesan singkat,"ungkap Yoris saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Senin (3/8/2020). 

Dalam komunikasi lanjutan ini, pelaku meminta korban menstransfer uang Rp1,5 juta sebagai administrasi jaminan masuk kerja. Disamping itu korban juga diminta mengirim foto diri tanpa busana dengan alasan untuk cek keperawanan. 

"Total ada 11 korban dan 4 diantaranya sampai disetubuhi pelaku di beberapa tempat,"terangnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal berlapis 372 dan 378 KUHPidana ancaman maksimal 8 tahun juga UU RI No 44 tahun 2008 tentang pornografi ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Salah satu korban berusia 19 tahun warga Padalarang mengaku tertipu setelah melihat informasi status WhatsApp temannya ada lowongan pekerjaan di PT Ultra Jaya. Lowongan pekerjaan itu didapat temannya dari Facebook.

"Saya kemudian tertarik. Saya kan belum kerja, baru lulus SMK. Temen saya juga jadi korban," ungkap Bunga saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Cimahi.

Setelah mendapat nomor pelaku dari temannya itu, Bunga langsung berkirim pesan. Kemudian, korban diminta untuk membuat surat lamaran. 

"Terus diajak ketemuan di Cimareme (KBB). Kemudian saya pulang," ujarnya.

Setelah pulang, korban mendapat pesan melalui WhatsApp dari pelaku yang memintanya untuk menyiapkan uang Rp 1,5 juta untuk mempermudah masuk kerja di PT Ultra Jaya. 

"Saya transfer dulu Rp 500 ribu pakai GoPay," ucap korban.

Bukan hanya uang. Otak mesum pelaku mulai terlihat ketika meminta korban diminta untuk mengirimkan foto tanpa busana dengan alasan tes keperawanan. Kemudian keinginan itu dikabulkan korban.

Setelah mendapat foto tanpa busana, pelaku meminta korban untuk mengirimkan uang sisa yang disebut sebagai pelicin masuk kerja. Jika tidak mengirimkan uang tersebut, pelaku mengancam korban akan menyebarkan foto tanpa busana itu.

"Udah saya transfer, tetap malah disebarin di facebook. Saya terus diancam, saya makin takut. Temen saya juga jadi korban," beber Bunga.

Dengan kejadian yang dialaminya ini, Bunga mengimbau semua pencari kerja untuk tidak mudah percaya dengan lowongan kerja yang disebar lewat media sosial. "Jangan mudah percaya. Semoga enggak ada korban lagi," imbuhnya.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers