web analytics
  

Yeloocare, Ojek Online Baru di Tengah Kekuasaan Gojek & Grab

Minggu, 2 Agustus 2020 18:02 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Unik, Yeloocare, Ojek Online Baru di Tengah Kekuasaan Gojek & Grab, Yeloocare,Gojek,Grab,ojek online khusus perempuan

Yeloocare adalah aplikasi ojek online baru di tengah berkuasanya aplikasi besar seperti Gojek dan Grab. (Youtube/Yeloocare)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Teknologi yang semakin berkembang mendorong perkembangan berbagai sektor dengan cepat. Berbagai inovasi disumbangkan dari satu pengusaha ke pengusaha lainnya, berusaha tetap unggul.

Sektor transportasi pun mengalami percepatan perkembangan berdasarkan teknologi.

Salah satu contoh perkembangan transportasi yang berbasis teknologi adalah layanan antar jemput online.

Bagaimana transportasi online berkembang di Indonesia?

Di Indonesia, terdapat dua aplikasi transportasi online yang paling populer: Gojek dan Grab. Namun, sebelum keduanya merajai bisnis transportasi online dalam negeri, ada pula Uber dari Amerika Serikat.

Popularitas Uber memuncak di antara tahun 2014–2017. Namun dengan cepat popularitasnya digantikan oleh Gojek. Saat itu, Uber hanya menyediakan layanan transportasi mobil. Gojek memperkenalkan layanan transportasi motor.

Seperti namanya, Gojek adalah layanan ojek berbasis aplikasi online.

Di tahun 2018, jumlah pengguna motor mendominasi pengguna jenis transportasi lainnya. Sebanyak 120.101.047 dari total 146.858.759 pengguna kendaraan bermotor adalah pengguna motor.

Preferensi masyarakat Indonesia akan motor dan harga yang lebih terjangkau membuat Gojek mendominasi pada tahun 2017. Bukan hanya motor, Gojek pun mulai mengadakan layanan mobil. Uber mulai hilang.

Pesaing Gojek, yang dibuat oleh Indonesia, mulai populer juga di waktu yang sama. Grab adalah aplikasi transportasi online dengan layanan serupa dari Singapura.

Popularitas kedua aplikasi ini masih merajai bisnis transportasi online, membuat saturasi pasar. Hingga kini, belum ada aplikasi serupa yang bisa menandingi popularitas Gojek maupun Grab.

Lantas, apa yang diperlukan perintis aplikasi transportasi online agar bisa mengungguli Gojek dan Grab?

Apa itu Yeloocare?

Yeloocare itu aplikasi ojek online khusus perempuan sama anak-anak,” tutur salah seorang mitra pengemudi Yeloocare, Rini (45). “Ada kesan ‘lebih aman’ untuk sesama perempuan dan anak-anak.”

Yeloocare merupakan aplikasi transportasi online yang baru meluncur pada 22 Desember 2019 di Car Free Day Dago, Bandung. Seperti yang dituturkan Rini, segmentasi pasar Yeloocare terbilang lebih sempit ketimbang kedua aplikasi seniornya.

Dari segi pelanggan, Yeloocare hanya menyediakan jasa untuk perempuan dan anak-anak. Hal yang sama pun berlaku untuk perekrutan mitra driver.

“Kami mulai perekrutan pada 1 November 2019,” ucap Ramdan, salah satu administrator Yeloocare.

Rini mulai fokus di Yeloocare setelah pandemi Covid-19. Awalnya, ia berwirausaha sebagai pembuat jajanan untuk anak-anak sekolah dan kampus seperti risol dan misoa.

“Pas sekolah sama kampus tutup ya saya mulai ngejalanin si Yeloocare ini,” katanya.

Sampai hari ini, Rabu (29/7/2020), Yeloocare memiliki tiga jenis layanan: antar jemput, antar barang, dan Yeloomart.

Selain keunikan segmentasi pasar, Yeloocare juga unik dalam meluncurkan layanan Yeloomart. Berbeda dengan aplikasi seniornya yang juga memiliki fitur belanja mirip. Yeloomart adalah layanan yang khusus berbelanja di pasar tradisional.

“Jadi Yeloomart ini belanja di pasar tradisional, semuanya sama kita (mitra driver),” ucap Rini. “Dari mulai nyari barang, tawar menawar, dan nganterin.”

Yeloomart ini diharapkan mampu menjadi strategi pemasaran yang tepat untuk menonjolkan diri dari aplikasi transportasi lainnya.

Seperti Gojek dan Grab, kisaran tarif Yeloocare adalah minimal Rp8.000.

Namun, Yeloocare bukanlah ojek online khusus perempuan pertama yang diluncurkan di Indonesia. Salah satu layanan ojek online khusus perempuan yang pernah naik daun adalah LadyJek. Ada pula Ojesy yang khusus melayani dengan prinsip syariat Islam.

Sayangnya, LadyJek “rehat” sejak 2019 sedangkan Ojesy belum terdengar lagi namanya sejak 2018. Alasannya sama: terlibas saturisasi oleh Gojek dan Grab.

Semoga Yeloocare bisa bertahan untuk ekspansi, ya! (Farah Tifa Aghnia)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers