web analytics
  

Presiden Meksiko akan Kenakan Masker jika Negaranya Bebas Korupsi

Minggu, 2 Agustus 2020 18:38 WIB

Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador. (Instagram/@lopezobrador)

MEKSIKO, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador mengatakan, dirinya akan mengenakan masker saat negaranya bebas dari kasus korupsi. Perkataan itu ia sampaikan ketika jumlah kasus Covid-19 di negaranya melampaui Inggris.

"Anda tahu kapan saya akan memakai masker? Ketika tidak ada korupsi. Lalu saya akan memakai masker dan saya akan berhenti bicara," ucap Andrés Manuel López Obrador disadur dari The Guardian, Minggu (2/8/2020).

Presiden yang dikenal sebagai Amlo, tampak skeptis terhadap penggunaan masker sejak awal pandemi Covid-19. Dia tidak pernah terlihat mengenakan masker, dan hanya mengenakan masker di depan umum ketika diwajibkan saat akan terbang.

Ditanya pada hari Jumat tentang ancaman dari politisi oposisi untuk mencari alasan yang memaksanya untuk mengenakan masker, Amlo mengatakan: "Mari kita buat kesepakatan itu. Jadi mari kita cepat dan akhiri korupsi sehingga saya memakai masker dan tidak lagi berbicara."

Beberapa orang Meksiko menafsirkan respons sang presiden untuk mengenakan masker berarti ia tidak akan pernah rela mengenakannya.

Sebab, korupsi di negara Meksiko sudah terkenal dengan budaya korupsi di dunia politik, bisnis, hingga kehidupan sehari-hari, menurut laporan The Guardian.

Sejak kasus-kasus virus corona pertama terdeteksi di Meksiko, Amlo selalu mencampurkan unsur politik saat memberikan arahan kepada masyarakat.

Ia juga telah menawarkan sejumlah langkah untuk menghindari virus corona, seperti menurunkan berat badan, menghindari junk food dan rajin beribadah.

Fungsionaris senior lainnya juga tidak memakai masker dan selalu membantah jika diperintah atau diingatkan untuk mengenakannya.

Salah satunya adalah Hugo López-Gatell juga menyampaikan respons yang rumit terhadap pertanyaan-pertanyaan yang tampaknya sederhana tentang penggunaan masker.

Seperti di Brasil dan Amerika Serikat, mengenakan masker telah mengasumsikan konotasi budaya dan politik di Meksiko - di mana pendapat tentang Amlo sangat terpolarisasi.

"Masker telah dipolitisasi di sini dengan cara yang sama di Amerika Serikat dan Inggris, di antara negara-negara lain," kata Rodolfo Soriano-Núñez, seorang sosiolog di Mexico City.

Soriano-Núñez mengatakan bahwa sementara di Amerika Serikat menolak untuk mengenakan masker dipandang sebagai cara untuk memprovokasi kaum liberal, di Meksiko, hal itu dipandang sebagai cara untuk "menciptakan keributan" yang dipengaruhi oleh Amlo.

Menurut data Worldometer.info hingga hari Minggu (2/8/2020), jumlah kasus Covid-19 yang tercatat di Meksiko mencapai 434.193 dengan kasus kematian mencapai 47.472 kasus.

Catatan tersebut membuat Meksiko menempati urutan ketiga dalam daftar dengan korban jiwa akibat virus corona terbanyak di dunia melewati Inggris.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Suara.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers