web analytics
  
Banner Kemerdekaan

IDEAS: Ekonomi Kurban Tahun 20202 Diperkirakan Rp 21 Triliun

Minggu, 2 Agustus 2020 18:17 WIB

Hewan Kurban. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) memproyeksikan nilai potensi kurban tahun ini sekitar Rp 21 triliun, dengan sekitar 2,3 juta orang yang beribadah kurban.

Direktur IDEAS, Yusuf Wibisono menyampaikan pandemi tahun ini membuat gambaran ekonomi kurban lebih konservatif.

"Sayangnya memang tidak ada data aktual yang bisa dijadikan rujukan, namun dengan tahun lalu kondisi ekonomi masih normal, kurban tahun ini dilihat menurun," katanya, Minggu (3/8/2020).

Penurunannya diperkirakan konservatif, karena tertutup dua faktor. Seperti tingginya ketaatan terhadap kurban dan tingginya semangat filantropi di masa krisis, serta tidak adanya haji tahun ini. Potensi ekonomi kurban tahun 2019 diproyeksikan mencapai Rp 28,4 triliun.

Tahun ini ada potensi kenaikan kurban dari sekitar 200 ribu jemaah haji yang tidak jadi berangkat ke tanah suci. Namun di saat yang sama ada potensi penurunan dari banyaknya kelas menengah Muslim yang terpuruk akibat krisis di masa pandemi.

"Secara keseluruhan, dampak pandemi kami perkirakan lebih dominan, sehingga kurban tahun ini kami proyeksikan konservatif," katanya.

IDEAS juga melihat, kurban tahun ini istimewa karena terjadi di masa pandemi. Antusiasme secara umum tidak menurun meski banyak keluarga kelas menengah Muslim terpukul krisis. Pelaksanaan kurban dengan protokol Covid-19 juga tidak mudah, namun terlihat cukup dipatuhi.

Ia melihat berbagai inovasi muncul untuk memudahkan pelaksanaan kurban di masa pandemi ini. Salah satu yg menarik adalah kurban daring atau kurban digital yang banyak dilakukan Lembaga Amil Zakat (LAZ), di mana seluruh proses berkurban dilakukan secara online.

Kurban digital dimulai dari pembayaran, pemilihan hewan kurban, hingga pelaporan pelaksanaan kurban yang dilakukan dengan cara daring. Dengan ini, interaksi dan kerumunan dapat dihindari sehingga sangat sesuai dengan protokol Covid-19.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers