web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Tergerus Pandemi, Pemasukan Utama Persib Tinggal dari Sponsor

Minggu, 2 Agustus 2020 15:19 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Direktur Persib Bandung, Teddy Tjahyono. (Eneng Reni)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Lanjutan kompetisi Liga 1 2020 bakal kembali bergulir 1 Oktober. Sesuai protokol kesehatan Covid-19, perhelatan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air itu dilarang menghadirkan penonton dan hanya dipusatkan di Pulau Jawa.

Imbas kompetisi tanpa penonton, memuat ceruk pemasukan klub Liga 1 dipastikan tersendat. Para klub peserta pun dipastikan kehilangan pemasukan dari penjualan tiket penonton saat menggelar laga kandang.

Hal ini diakui Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono. Teddy mengaku, di masa pandemi ini Persib hanya bisa mengandalkan pemasukan dari sponsor dan hak siar.

"Ya sebenarnya kan kita harus berkreasi untuk mendapatkan sumber pendapatan. Tapi ya sekarang paling besar ya sama sponsor," kata Teddy di Graha Persib.

Teddy mengatakan, sejak pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, perubahan besar terjadi dan mengganggu sendi perekonomian. Bukan cuma Persib, semua tim pun mengalami kondisi serupa di tengah ketidakpastian masa pandemi virus corona ini.

"Kita juga berbicara dengan sponsor untuk memastikan bahwa kita bisa membiayai operasional kita. Tapi ya selain dari sponsor ya enggak ada, kan enggak ada penonton," katanya.

Teddy menuturkan, Persib sedianya memiliki lini usaha untuk membantu mengerek roda perekonomian klub. Lini usaha itu adalah Persib Store yang menjual pernak-pernik dan merchandise ofisial tim.

"Tapi penjualan merchandise juga turun, karena semua dalam kondisi ini, semua pasti turun," katanya.

Beruntung dalam masa pandemi ini, Persib berhasil menggaet satu mitra sponsor. Perusahaan yang tercatat sebagai sponsor anyar skuat Maung Bandung itu adalah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia Telkomsel.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers