web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Selesai Uji Klinis, Rusia Bakal Vaksinasi Massal Covid-19 pada Oktober

Minggu, 2 Agustus 2020 08:56 WIB

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pixabay)

MOSKOW, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Kesehatan Rusia tengah mempersiapkan kampanye vaksinasi massal terhadap virus corona jenis baru pada Oktober. Rusia menyatakan telah selesai melakukan uji klinis terhadap vaksin yang dikembangkan negaranya.

Kantor Berita Interfax melaporkan bahwa Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan Gamaleya Institute, sebuah fasilitas penelitian negara di Moskow, telah menyelesaikan uji klinis vaksin dan dokumen untuk pendaftaran vaksin tengah dipersiapkan untuk mendaftarkannya. Dia mengatakan bahwa para dokter dan guru akan menjadi kelompok pertama yang divaksinasi.

"Kami merencanakan vaksinasi yang lebih luas pada Oktober," kata Murashko.

Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters pekan ini bahwa vaksin Covid-19 potensial pertama Rusia akan mendapatkan persetujuan peraturan lokal pada Agustus dan akan diberikan kepada petugas kesehatan sesudahnya. Gamaleya Institute telah menciptakan vaksin berbasis adenovirus.

Namun kecepatan pergerakan Rusia untuk meluncurkan vaksin tersebut telah mendorong beberapa media Barat untuk mempertanyakan apakah Moskow menempatkan prestise nasional di atas sains dan keselamatan. Kepala Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev, menyamakan apa yang dia katakan adalah keberhasilan Rusia dalam mengembangkan vaksin, dengan peluncuran Sputnik 1 Uni Sovietpada 1957, yang merupakan satelit pertama di dunia.

Pada Sabtu, Rusia melaporkan 95 kematian tambahan dari virus corona jenis baru, sehingga totalnya menjadi 14.058. Otoritas terkait melaporkan 5.462 kasus baru, sehingga total kasus menjadi 845.443.

Lebih dari 100 bakal vaksin sedang dikembangkan di seluruh dunia guna menWHOcoba menghentikan pandemi Covid-19. Setidaknya empat dari vaksin tersebut berada dalam uji coba manusia fase III akhir, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk tiga yang dikembangkan di China dan satu lagi di Inggris.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Republika.co.id
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers