web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Baeud, Kampung Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi di Garut

Sabtu, 1 Agustus 2020 22:52 WIB Rizma Riyandi

Kepala Desa Samida Koko Kosasih dan Sekretaris Desa Samida Bambang di halaman kantor Desa Samida yang terletak di Kampung Baeud. (ayobandung/Rizma Riyandi)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Kampung Baeud terletak di Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kebupaten Garut. Wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Sumedang itu menjadi kampung dengan kasus Covid-19 tertinggi di kabupaten setempat.

Sejak Mei hingga saat ini, setidaknya ada delapan warga Baeud yang telah dinyatakan positif Covid-19. Mereka pun mendapatkan perawatan medis dan karantina di rumah masing-masing.

Hal ini tentu saja membuat pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 keluar Kampung Baeud. Kontan saja, setelah seorang warga dinyatakan positif Covid-19, Pemkab Garut langsung menetapkan lockdown bagi kampung tersebut.

Selain itu, pemerintah juga langsung melakukan rapid test massal, diikuti swab test untuk memastikan kondisi warganya di dua rukun warga (RW) Kampung Baeud, yakni RW1 dan RW2. Terhitung sejak 22 Mei 2020, status karantina bagi Kampung Baeud ditetapkan.

Karantina berlangsung selama 14 hari, ditambah dua hari penyesuaian untuk melihat kondisi stabilitas Kampung Baeud. Sehingga total waktu karantina Kampung Baeud berlangsung selama 16 hari.

"Selama karantina kami tidak diperbolehkan kemana-mana. Pokoknya warga di sini tidak boleh keluar Kampung Baeud. Begitu pula warga luar tidak boleh masuk ke sini (Baeud)," tutur Kepala Desa Samida Koko Kosasih pada Ayobandung.com, Rabu (29/7/2020).

Guna memfasilitasi warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, pemerintah desa membangun posko Covid-19 di perbatasan kampung. Di posko tersebut, warga dapat memperoleh bahan pokok dan logistik harian.

Jika warga membutuhkan barang tertentu, mereka bisa memesannya pada pedagang pasar. Kemudian pedagang mengantarkan barang tersebut sampai Posko, lalu warga mengambil barang di sana.

Adapun Posko Covid-19 dijaga oleh Tim Satgas yang terdiri dari petugas Desa, TNI, dan Polisi. Selain sebagai tempat memperoleh logistik, posko juga berfungsi sebagai tempat pelayanan desa.

Hal ini lantaran Kantor Desa Samida yang terletak di Kampung Baeud juga ikut terdampak lockdown. Semisal ada warga luar Kampung Baeud yang membutuhkan pelayanan administrasi seperti surat keterangan (Suket), mereka bisa memintanya ke petugas desa yang ada di Posko.

Suket sendiri tetap dibuat di kantor desa. Namun lantaran warga luar Baeud tidak boleh masuk ke wilayah karantina, mereka harus menunggu Suket selesai dan mengambilnya di Posko.

"Untungnya warga di sini taat aturan, jadi selama karantina alhamdulillah tidak ada yang melanggar," ujar Koko.

Ketaatan terhadap aturan tersebut, kata Koko, menjadi salah satu faktor pendorong warga Kampung Baeud bisa cepat pulih dari Covid-19. Alhasil hingga sekarang, semua warga yang pernah dinyatakan terinfeksi Covid-19 telah sembuh total.

Sejak kemunculan kasus pertama hingga saat ini, pemerintah telah menggelar 4 kali rapid test dan dua kali swab test di Kampung Baeud. Sekitar 1.000 warga telah mengikuti rangkaian tes tersebut, dan hasil tes terakhir menyebutkan bahwa seluruh warga Baeud yang terdiri dari 560 KK telah negatif Covid-19.

Sekretaris Desa Samida Bambang menuturkan, kondisi ini tidak membuat pemerintah setempat leha-leha. Bahkan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pemerintah desa terus berupaya memperketat pelaksanaan protokol kesehatan.

"Untuk pelaksanaan protokol kesehatan, kami membuat wastafel di seluruh fasilitas umum, seperti di masjid, fasilutas belajar, dan posyandu," papar Bambang.

Adapun saat ini, aktivitas di Kampung Baeud telah kembali normal. Kantor Desa Samida yang semula dibuka terbatas dengan sistem Shift pun bisa beroperasi seperti biasanya.

"Alhamdulillah sekarang warga Baeud bisa beraktivitas lagi ke luar kampung. Warga luar pun bisa masuk ke Baued. Harapannya, apa yang terjadi di sini bisa jadi pembelajaran bagi warga luar," tutur Bambang.

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers