web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Rekaman Percakapan Telepon Arisan Miliaran Rupiah Tersebar

Sabtu, 1 Agustus 2020 21:45 WIB Muhammad Ikhsan

[Ilustrasi] WhatsApp. (Antonbe/Pixabay )

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Rekaman percakapan telepon melalui pesan suara di aplikasi WhatsApp yang diduga antara suara perempuan AN penanggungjawab CV Hoki Abadi dan seorang korbannya tersebar luas di antara korban lainnya, Sabtu (1/8/2020).

Rekaman percakapan tersebut berdurasi 1 menit 20 detik.

Informasi yang dihimpun Ayobandung.com, pesan suara ini diduga bukan disengaja dibuat oleh AN tetapi obrolan salah seorang korban dengan AN melalui telepon seluler yang direkam dan disimpan sebagai barang bukti.

“Adik saya menerima rekaman obrolan antara korban dengan AN melalui aplikasi WhatsApp, kemungkinan obrolan melalui telepon itu sengaja direkan dan disebarkan ke para korban,” ujar Heri S (51) warga Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur pada Ayobandung.com, Sabtu (1/8/2020).

Isi rekaman tersebut menyatakan AN meminta meminta para ketua, reseller, dan konsumen arisan paket umroh, motor, daging dan lainnya agar bersabar. AN menyatakan tidak akan kabur dan akan menyelesaikan masalah ini.

“Saya bukannya kabur, tapi menghindar sementara. Karena saya dan keluarga diancam dibunuh bahkan akan di bom,” suara perempuan diduga AN.

Dia juga meminta untuk diklarifikasi tentang pemberitaan yang sudah menyebar, seakan-akan dirinya dinilai telah menipu. Bahkan mengancam akan menuntut secara hukum, apabila korban melaporkan.

“Tolong hapus dan klairifikasi pemberitaan di media, karena saya akan bertanggungjawab. Dalam dua atau tiga hari akan datang dengan pengacara untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, warga Cianjur dihebohkan dengan beredarnya video ratusan warga yang diduga korban penipuan arisan beromset miliaran rupiah mendatangi rumah AN di Kampung Limbangan, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Jumat (31/7/2020) sore.

Mereka mengaku korban AN penanggung jawab CV Hoki Abadi yang menggelar arisan umrah, motor, sapi, domba, sampai perlengkapan rumah dan peralatan elektronik. 

Warga mendatangi rumah AN, karena hadiah paket dari arisan yang dijanjikan AN tak kunjung diberikan. 

Editor: Andres Fatubun
dewanpers