web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Di Tengah Pandemi, 2 Kura-kura Ceper Menetas di Bandung Zoo

Sabtu, 1 Agustus 2020 15:46 WIB Nur Khansa Ranawati

Dua ekor kura-kura ceper (Cyclemys dentata) diperlihatkan zoo keeper di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoological Garden), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (1/8/2020). Bandung Zoological Garden memiliki dua ekor koleksi baru Kura-Kura Ceper (Cyclemys dentata), menetas pada Jumat 15 Mei 2020 yang merupakan jenis kura kura air tawar, memiliki status hampir terancam punah dengan total populasi hampir 10.000 ekor di seluruh dunia. ((Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi))

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Dua telur kura-kura ceper (Cyclemys Dentata) menetas di Bandung Zoological Garden (Bazoga) alias Kebun Binatang Bandung pada Jumat 15 Mei 2020 lalu.

Kedua anak kura-kura tersebut lahir ketika operasional Bandung Zoo masih ditutup akibat pandemi Covid-19.

Kurator reptil Bazoga, Panji Ahmad Fauzan mengatakan, kedua anak kura-kura tersebut segera diambil dan menjalani perawatan intensif ketika ditemukan. Sementara satu telur lainnya gagal menetas.

Hingga saat ini, kedua kura-kura berwarna kecoklatan tersebut masih dirawat secara terpisah. Barulah bila keduanya beranjak besar, akan ditaruh di kandang yang dapat dilihat pengunjung.

"Bentuknya bulat dan berwarna coklat, mereka punya serat seperti serat kayu yang tidak hilang sampai menuju dewasa," ungkap Panji ketika ditemui di Bazoga, Sabtu (1/8/2020).

Setelah menetas, Panji mengatakan, jenis kura-kura ini lebih banyak menghabiskan hidupnya di air untuk menghindari predator darat. Setelah dewasa, kura-kura ini akan beranjak ke darat di malam hari dan menetap di air pada siang hari. 

"Jenis kura kura ini untuk jantan dan betina panjangnya bisa mencapai 25cm. Sekali bertelur, betinanya bisa memproduksi 2-4 butir telur dengan masa inkubasi 60 - 75 hari," paparnya, 

Di Indonesia, ia mengatakan, kura-kura ceper banyak ditemui di pulau Sumatera, Kalimantan Jawa dan Bali. Sementara secara global lazim ditemui di Asia Tenggara; dari sebelah utara India sampai ke Filipina. 

"Paling timur itu ada di Bali, belum pernah ditemukan di Indonesia Timur," ungkapnya.

Di Bazoga, kura-kura jenis ini diberi pakan berupa kangkung, saosin, mujair, hingga kepala ayam. Jumlahnya mendekati 10 ribu individu dewasa di dunia.

"Belum sampai termasuk dilindungi sih, masih ada yang suka jual," ungkapnya.

Kedua anak kura-kura tersebut sekaligus menambah daftar kura-kura ceper yang ada di Bazoga. Setelah sebelumnya terdapat 17 buah, kini ada 19 kura-kura ceper di kebun binatang tersebut. 

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers