web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Aki Mobil Soak, Ganti Baru atau Cukup Diisi Ulang?

Sabtu, 1 Agustus 2020 09:33 WIB

Ilustrasi aki mobil. (action4energy)

BANDUNG, AYOBANDUNG,COM -- Aki mobil adalah salah satu komponen penting bagi kendaraan roda empat. Tanpa perannya sebagai sumber daya, maka mobil tidak akan bisa difungsikan. Atau dengan kata lain, tunggangan bermotor baru bisa berfungsi saat mendapatkan energi dari aki atau baterai.

Bila komponen ini mengalami soak atau drop, maka perlu dipikirkan penanganannya, ganti baru atau cukup isi ulang.

Terkadang, pemilik mobil tidak mengetahui jenis aki yang digunakan. Dengan demikian ketika ada masalah pada peranti ini maka tidak bisa ditangani. Mengutip laman Suzuki Indonesia, pada dasarnya ada beberapa macam kerusakan yang terjadi pada aki.

Bila mengetahui penyebabnya, maka bisa diputuskan apakah aki harus diganti atau cukup melakukan pengisian energi atau melakukan charge aki mobil saja.

Hal ini dikarenakan tidak semua kerusakan pada aki harus dilakukan penggantian. Aki mobil sendiri ada dua jenis, yaitu aki basah dan kering.

Kedua jenis aki tadi sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan. Juga bisa digunakan pada semua jenis mobil, asalkan menyesuaikan kapasitasnya.

Aki basah biasanya didesain dengan body transparan. Tujuannya mengetahui batas cairan aki, dan harus segera dilakukan pengisian apabila sudah berada di bawah garis batas tertentu. Aki basah lebih awet, asalkan tidak terlambat dalam pengisian larutannya.

Sementara pada aki kering tidak perlu melakukan pengisian cairan, karena tidak menggunakan air. Dari segi kemudahan, aki kering lebih praktis karena tidak perlu melakukan pengisian larutan. Namun dari segi harga, aki kering jauh lebih mahal.

Lalu, apa saja penyebab aki pada mobil cepat mengalami kerusakan?

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

artikel lainnya

dewanpers