web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Melihat Bisnis Bungkil dan Minyak Kacang Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 1 Agustus 2020 05:02 WIB Rizma Riyandi

Haji Ulud di pabriknya di Komplek Perumahan Sukasenang, Banyuresmi, Garut (Ayobandung.com/Rizma Riyandi)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Minyak kacang digunakan dalam proses pembuatan mie kuning. Sementara bungkil merupakan bahan baku untuk membuat oncom.

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan pasar akan kedua komoditas tersebut terbilang stabil. Pemilik pabrik minyak kacang dan bungkil di Sukasenang, Kabupaten Garut, Haji Ulud menuturkan, kendala di industri yang digelutinya justeru muncul dari rantai pasokan bahan baku.

Pandemi Covid-19 membuat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) harus berlangsung selama berbulan-bulan. Kondisi ini membuat para pemasok tidak bisa mengirim bahan baku ke pabriknya. Di sisi lain, Haji Ulud juga tidak bisa mengambil bahan baku dari luar daerah.

"Saya kan enggak boleh ke Jakarta juga buat ambil kacang. Biasanya saya ambil kacang (untuk bahan baku) di pasar induk. Karena PSBB jadi enggak bisa ke mana-mana," ujar Haji Ulud pada Ayobandung.com, Jumat (31/7/2020).

Alhasil Haji Ulud hanya mengandalkan pasokan bahan baku dari daerah-daerah terdekat. Menurutnya, pandemi membuat bahan baku menjadi langka sehingga harga bahan baku menjadi lebih mahal dari seblumnya.

"Ya karena bahan bakunya langka jadi harganya naik juga," ujar Haji Ulud.

Namun kondisi ini tidak membuat pabrik Haji Ulud mengurangi produksi, sebab permintaan akan bungkil dan minyak kacang terus ada. Di samping itu Haji Ulud memilih tidak menaikkan harga produknya, lantaran harga yang dipatok masih bisa menutupi biaya produksi meski untung yang ia peroleh jadi menipis.

Saat ini pabrik Haji Ulud mampu memproduksi minyak kacang sebanyak dua kuintal per hari. Minyak kacang ini dijual Rp18.000 per kg.

"Minyak kacang mah mau produksi berapa pun pasti habis, soalnya banyak yang membutuhkan," kata Haji Ulud.

Sementara untuk bungkil, pabriknya mampu memproduksi satu ton sehari. Komoditas ini dijual dengan harga Rp16.500 per kg.

Sama seperti minyak kacang, Bungkil pabrikan Haji Ulud juga selalu habis dijual ke pelanggan. Adapun Bungkil dan Minyak Kacang Haji Ulud dijual di wilayah Jawa Barat.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers