web analytics
  

Lakukan 3 Olahraga Ini Jika Kamu Ingin Hindari Cedera

Jumat, 31 Juli 2020 08:54 WIB Rizma Riyandi
Gaya Hidup - Sehat, Lakukan 3 Olahraga Ini Jika Kamu Ingin Hindari Cedera, cedera,cedera saat olahraga,Olahraga,Kesehatan

Beberapa orang malas berolahraga karena takut cedera. Jika kamu salah satunya, tidak perlu khawatir lagi karena kamu bisa mengikuti saran ahli berikut agar kamu tetap bisa olahraga dengan minim risiko cedera. (Unsplash.com/Payam Tahery)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bagi beberapa orang, olahraga merupakan kegiatan yang harus didasari dengan niat kuat dan persiapan yang matang. Tidak sedikit orang menjadi malas olahraga karena risiko terkena cedera.

Cedera ketika olahraga memang sangat menyebalkan, bahkan hanya keseleo ringan saja, kamu tidak bisa berjalan secara normal dalam beberapa hari. Salah satu olahraga yang paling diminati di dunia, berlari, pun memiliki risiko besar membuat orang cedera.

Menurut sebuah studi tahun 2010 di Current Sports Medicine Reports, setengah dari semua pelari cedera per tahunnya. Banyak pelari yang cenderung berlebihan. Para peneliti menemukan bahwa berlari dua atau tiga kali per minggu pada kecepatan lambat atau sedang adalah intensitas yang paling optimal.

Terutama bagi orang yang berumur 40 tahun ke atas, Dr Brian Werner, ahli bedah ortopedi dan spesialis kedokteran olahraga di Universitas Virginia, mengatakan risiko cedera akan lebih besar jika berolahraga yang menempatkan banyak tekanan pada lutut, bahu dan sendi lainnya. Contohnya basket, sepak bola, tenis, atau olahraga lain yang melibatkan banyak lompatan, memutar, atau perubahan arah yang cepat.

Jika kamu salah satunya yang menghindari kegiatan yang rentan cedera namun tetap ingin mendapatkan manfaat dari berolahraga, para ahli menyarankan kegiatan berjalan dan berenang sebagai dua olahraga dengan risiko rendah namun bermanfaat tinggi. Kecuali jika berenang dilakukan berjam-jam dan setiap hari, itu akan berdampak pada persendian, kata Dr Kyle Yost, spesialis kedokteran olahraga di University of Maryland Medical Center.

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa jalan cepat itu sangat sehat. “Berjalan adalah kegiatan luar ruangan yang menghabiskan waktu bersama orang lain, dan saya pikir setiap latihan yang menggabungkan kedua hal itu akan sangat sehat,” kata Dr James O'Keefe, ahli jantung dan direktur medis dari Cardio Health. & Pusat Kesehatan di Mid America Heart Institute Saint Luke.

Selain berjalan dan berenang, kamu juga bisa mencoba yoga. Yoga termasuk aktivitas fisik yang rendah risiko cedera namun tetap bermanfaat bagi kesehatan.

“Yoga harus dilakukan dengan benar dan dengan pengawasan yang baik, terutama ketika baru memulai, tetapi saya pikir yoga menawarkan kombinasi yang hebat antara fleksibilitas dan latihan kekuatan,” ujar Dr. Steven Struhl, ahli bedah ortopedi di NYU Langone Health.

Struhl menambahkan, sifat fleksibilitas dalam yoga ini meningkatkan keseimbangan dan mengurangi kekakuan tubuh yang dapat mengarah pada ketegangan atau cedera.

Tips bagi kamu yang tetap ingin berolahraga berat, para ahli mengatakan berolahraga dengan intensitas sedang adalah cara yang baik untuk menghindari cedera. "Overtraining menyebabkan banyak cedera," ujar Yost. Yost menambahkan, jika kamu melampaui kapasitas tubuh kamu untuk berolahraga, kamu akan menemui banyak masalah.

Mulailah olahraga dengan ringan di awal dan perlahan-lahan meningkatkan intensitasnya. "Banyak orang memulai terlalu berat atau dengan volume terlalu banyak," jelas O'Keefe. Hal tersebutlah yang meningkatkan risiko cedera.

Seperti yang direkomendasikan para ahli, berjalan, berenang, dan yoga adalah opsi terbaik olahraga sehat dengan rendah risiko cedera.

Fariza Rizky Ananda

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers