web analytics
  

Begini Pedoman Penyembelihan Hewan Kurban di Indramayu

Jumat, 31 Juli 2020 05:15 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Begini Pedoman Penyembelihan Hewan Kurban di Indramayu, hewan kurban,penyembelihan hewan kurban,Pandemi Covid-19,Iduladha 2020,Berita Indramayu

Hewan Kurban (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Pada Iduladha 1441 Hijriah, masyarakat di Kabupaten Indramayu diingatkan mematuhi pedoman memilih hewan kurban sampai penyembelihan dan penanganan daging kurban di tengah pandemi Covid-19.

Otoritas setempat sendiri telah mengeluarkan pedoman penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban yang disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Ketentuan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 524/1464-Disnakkeswan tentang Pedoman Memilih Hewan Kurban, Penyembelihan, dan Penanganan Daging Kurban di Tengah Pandemi Covid-19.

Pelaksana Tugas Bupati Indramayu, Taufik Hidayat menyatakan, pedoman itu diperlukan agar pemilihan, penyembelihan, dan pendistribusian daging hewan kurban sesuai syariat Islam. Pelaksanaannya harus berdasarkan kriteria halal, aman, utuh dan sehat (Haus).

"Supaya halalan thoyyiban, penetapan dan pendistribusian daging hewan kurban harus melalui cara Haus," tuturnya.

Hewan sehat menjadi salah satu syarat pemilihan hewan kurban sebagaimana disebutkan dalam surat edaran itu. Ciri hewan sehat yaitu aktif, nafsu makan baik, rambut tidak kusam, cermin hidung hewan kurban basah, mata bersinar, mulut, hidung dan anus bersih.

Hewan kurban pun tidak boleh cacat, harus cukup umur, dan tidak kurus. Keutamaan lain berjenis kelamin jantan dan tak dikebiri atau tak dikastrasi, serta buah zakar hewan simetris.

"Untuk memenuhi kriteria harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Disnakkeswan (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan) Kabupaten Indramayu," katanya.

Kepala Disnakkeswan Kabupaten Indramayu, Joko Pramono meminta setiap penyelenggara hewan kurban memperhatikan dan memahami kondisi penampungan hewan kurban, sebelum penyembelihan. Pihak penyelenggara pun harus memahami tata cara dan syarat seorang penyembelih hewan kurban.

"Kandang penampungan hewan kurban harus terhindar dari hujan dan panas matahari," ujarnya mengemukakan salah satu syarat penampungan hewan kurban.

Hewan pula harus diistirahatkan dengan tenang dan nyaman. Tak lupa, pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan hingga perlakuan terhadap hewan harus baik.

Di tengah pandemi Covid-19, imbuhnya, pemotongan hewan kurban dilaksanakan merata selama 4 hari, saat Hari Raya Iduladha dan Hari Tasyrik. Tempat pemotongan hewan kurban pun harus menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun dan air mengalir.

"Petugas pemotongan hewan dalam kondisi sehat," tambahnya.

Pihaknya menetapkan pembatasan jumlah petugas pada setiap lokasi pemotongan. Proses pemotongan hewan kurban, mulai persiapan, pelaksanaan, hingga pembagian daging hewan kurban juga harus menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, petugas pemotongan hewan harus menggunakan baju lengan panjang dan alat pelindung diri, minimal masker, face shield, dan sarung tangan. Pasca pemotongan hewan, petugas harus segera mandi dan berganti baju.

Dia meminta ketentuan itu dipahami pihak penyelenggara, termasuk pemilik hewan yang disarankan tak perlu menyaksikan prosesi pemotongan hewan.

"Pemilik hewan kurban sebaiknya tak perlu hadir untuk keselamatan diri. Tapi, kalau harus hadir, kami ingatkan untuk jaga jarak dan mengenakan alat pelindung diri, minimal masker dan face shield," tuturnya.

Pihaknya berharap, pemotongan sampai pendistribusian daging hewan kurban diusahakan berlangsung 5-8 jam, dengan melihat jumlah hewan kurban dan panitia. Menurutnya, semakin lama terjadi kontak, resiko penularan Covid-19 dari individu yang terinfeksi pun semakin tinggi.

Dia juga meminta pendistribusian daging hewan kurban diantar langsung ke rumah-rumah warga untuk menghindari kerumunan orang. Kemasan potongan daging hewan kurban pun tak boleh luput dari perhatian.

"Kemas dalam besek, kantong plastik/wadah yang bersih, serta terpisah dari jeroan. Usahakan pendistribusiannya paling lambat 4 jam setelah penyembelihan," pungkasnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers