web analytics
  

Nekat Jualan di Trotoar, Penjual Hewan Kurban Siap-Siap Ditertibkan

Kamis, 30 Juli 2020 13:16 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Nekat Jualan di Trotoar, Penjual Hewan Kurban Siap-Siap Ditertibkan, hewan kurban,Penjual hewan Kurban,Satpol PP,Iduladha 2020

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantribum) Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendi (Ayobandung.com/Eneng Reni)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Satpol PP Kota Bandung mulai menertibkan puluhan lapak penjual hewan kurban yang menjajakan hewan dagangannya di atas trotoar. Para penjual hewan kurban yang melanggar ini bakal ditertibkan lantaran mengganggu ketertiban dan kebersihan kota.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantribum) Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendi mengatakan, selama satu minggu terakhir pihaknya intens melakukan patroli dan penyisiran ke sejumlah jalan-jalan protokol seperti Jalan A. H. Nasution, Jalan Soekarno Hatta, wilayah Bandung Kulon, hingga Jalan Cibereum-Cimahi sebagai batas kota.

Taspen menyebut, pihaknya sudah melakukan penertiban terhadap puluhan penjual hewan kurban yang nekat berjualan di atas trotoar. Selain mengganggu estetika, keberadaan penjual hewan kurban di atas trotoar ini dinilai mengotori kebersihan trotoar dengan berserakannya kotoran dari hewan kurban di sekitar jalanan.

"Kalau berbicara data itu dari 50 titik yang berjualan. Yang terjadi di lapangan, mereka ini berjualannya banyak di trotoar, saya prihatin dan maaf, di trotoar itu kotorannya (berserakan). Kita juga akan menyisir di jalan-jalan komplek karena mereka itu kadang nutup badan jalan saat berjualan, dan hewannya," kata Taspen di Balai Kota Bandung, Kamis (30/7/2020).

Sebagai upaya penertiban, Taspen menyampaikan, pihaknya akan langsung memberi sanksi kepada para pelanggar. Salah satunya dengan tugas untuk membersihkan kotoran hewan jualannya yang berserakan di atas trotoar.

"Akhirnya kita kasih sanksi sosial, suruh dia bersih-bersih nyapu, semprot kotoran-kotoran hewan tersebut," katanya.

Taspen juga menegaskan, bila masih ada penjualan yang kembali melakukan pelanggaran setelah disosialisasi, pihaknya tidak akan segan memberikan tindakan tegas dengan denda paksa.

"Apabila yang kemarin sudah diimbau masih melanggar, langsung akan diberikan denda karena aturan denda tertib trotoar PKL sudah bisa kita berikan. Denda tersebut sesuai dengan Perda nomor 9 tahun 2019 tentang trantibum dan linmas dari denda Rp250.000 sampai denda paksa Rp1 juta," ujarnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers