web analytics
  

Makan Daging Kurban Terlalu Banyak, Apa Dampaknya?

Rabu, 29 Juli 2020 15:13 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Kuliner, Makan Daging Kurban Terlalu Banyak, Apa Dampaknya?, Daging Kurban,Kesehatan,Tekanan Darah,Darah Tinggi

Makan daging berlebihan memiliki berbagai risiko termasuk peningkatan produksi keringkat hingga risiko kanker. (Pexels /Min An)

CILACAP, AYOBANDUNG.COM — Perayaan Iduladha 1441 Hijriah di Indonesia hari Jumat, (31/7/2020) pasti dilakukan penyembelihan hewan kurban. Namun, hati-hati dalam konsumsi daging kurban terlalu banyak yang tidak lepas dari berbagai risiko.

Dosen Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor, Muhammad Aries, mengatakan, daging kurban berlebih mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh yang terlalu banyak masuk ke tubuh akan berkaitan dengan penyakit degeneratif.

Penyakit degeneratif di antaranya peningkatan kadar kolesterol dalam darah dan peningkatan tekanan darah. “Kalau itu meningkat bentuk penyakitnya bisa tekanan darah tinggi terus penyakit jantung,” tutur Aries saat diwawancarai melalui telepon, Selasa (28/7/2020).

Risiko yang dihadapi bukan hanya itu. Menurut American Institute for Cancer Research, memakan lebih dari 18 ons daging merah selama seminggu dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Risiko lainnya adalah gangguan pencernaan. Dilansir dari The Healthy, Rabu (29/7/2020), daging mengandung banyak nutrisi, tetapi kurang kandungan serat.

Serat merupakan suatu bentuk karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Serat penting untuk pencernaan dan pengaturan gula darah. Tanpa serat, tubuh dapat mengalami gangguan pencernaan yang serius, termasuk kram.

Daging hampir tidak memiliki serat. Sembelit dan buang air besar yang menyakitkan adalah beberapa tanda pertama tubuh kekurangan serat. Untuk mengatasinya, perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.

Risiko lainnya adalah produksi keringat yang meningkat. Ketika makan, tubuh harus mengerahkan energi untuk mencerna dan memproses makanan itu. Hal ini disebut thermogenesis dan dapat sedikit meningkatkan suhu tubuh.

Daging mengandung banyak protein, sedangkan protein sendiri adalah kandungan yang menggunakan energi besar untuk dicerna. Hal itu memiliki efek yang lebih besar pada termogenesis daripada saat kita mengonsumsi sayuran. Hasilnya, tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak. (Ventriana Berlyanti)

Sumber: The Healthy
Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kue Bolu dan Bacang Diprediksi Jadi Makanan Terlaris di Bandung Tahun...

Kuliner Jumat, 22 Januari 2021 | 14:00 WIB

Hal ini berdasarkan tren kuliner 2020 dan prediksi kuliner 2021 yang diumumkan industri layanan pesan-antar makanan GoFo...

Gaya Hidup - Kuliner, Kue Bolu dan Bacang Diprediksi Jadi Makanan Terlaris di Bandung Tahun Ini, makanan favorit 2021,makanan terlaris 2020,makanan terlaris 2021,prediksi makanan laris 2021,Tradisi Makan Bacang,kue bolu

Ini Cara Mudah Membuat Telur Setengah Matang

Kuliner Jumat, 22 Januari 2021 | 02:01 WIB

Telur setengah matang dinilai berbagai orang lebih lezat. Selain itu, dengan telur setengah matang juga membuat hidangan...

Gaya Hidup - Kuliner, Ini Cara Mudah Membuat Telur Setengah Matang, telur setengah matang,Telur Mata Sapi,Cara Membuat Telur Setengah Matang

4 Cara Meracik Kopi Sendiri di Rumah

Kuliner Kamis, 21 Januari 2021 | 19:35 WIB

Menghabiskan waktu berjam-jam di coffee shop atau gerai kopi merupakan kegiatan umum kelas pekerja. Namun pandemi Covid-...

Gaya Hidup - Kuliner, 4 Cara Meracik Kopi Sendiri di Rumah, Cara meracik kopi,Membuat Kopi di Rumah

Mau Makan Kebab, Dimsum, hingga Cake? Ada Kafe yang Punya Menu Lengkap...

Kuliner Kamis, 21 Januari 2021 | 07:10 WIB

Bandung sebagai salah satu tempat tujuan wisata kuliner, memiliki beragam kafe dan resto yang kekinian. Satu di antarany...

Gaya Hidup - Kuliner, Mau Makan Kebab, Dimsum, hingga Cake? Ada Kafe yang Punya Menu Lengkap di Kopo Bandung, Kafe di Bandung,Kafe di Kopo,Kafe menu lengkap di Bandung,Dimsum Bandung,Dimsum di Bandung,Kebab di Bandung,Cake di Bandung,Kuliner Bandung

Kupat Tahu Tasikmalaya: Ditekan Harga Kedelai, Dihempas PPKM

Kuliner Selasa, 19 Januari 2021 | 14:34 WIB

Lina mengaku khawatir akan kehilangan pembeli jika menaikkan harga kupat tahu yang dijualnya.

Gaya Hidup - Kuliner, Kupat Tahu Tasikmalaya: Ditekan Harga Kedelai, Dihempas PPKM, Kupat Tahun Mangunreja,kupat tahu Tasikmalaya,Kupat Tahu,Harga kedelai naik

1.030 Restoran Tutup Akibat Pandemi, PPKM Jangan Diperpanjang

Kuliner Senin, 18 Januari 2021 | 19:53 WIB

Pandemi Covid-19 menghantam hampir semua sektor, tidak terkecuali usaha restoran. Sejumlah restoran pun tutup permanen k...

Gaya Hidup - Kuliner, 1.030 Restoran Tutup Akibat Pandemi, PPKM Jangan Diperpanjang, Restoran Tutup Akibat Pandemi,Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),PSBB Proporsional

Roti-roti Legendaris di Bandung, Djie Seng hingga Gempol

Kuliner Selasa, 12 Januari 2021 | 12:08 WIB

Bandung selalu menjadi perintis kuliner, mulai dari brownies, seblak, molen, batagor, dan masih banyak lagi.

Gaya Hidup - Kuliner, Roti-roti Legendaris di Bandung, Djie Seng hingga Gempol, toko roti Bandung,Roti Legendaris Bandung Baheula,Roti jadul Bandung,Kuliner Bandung,Roti Djie Seng,Roti Djie Seng,Kedai Roti Djie Seng,Roti Bumbu Cari Rasa,Roti Sidodadi,Toko Roti Sumber Hidangan,Roti Gempol,Roti Vitasari

Mi Bakso Bintang Avon Beda Banget Toping Ayam Suirnya

Kuliner Kamis, 7 Januari 2021 | 11:34 WIB

Bakso Bintang Avon sering kelewat disebut. Padahal, bakso ini cukup legendaris.

Gaya Hidup - Kuliner, Mi Bakso Bintang Avon Beda Banget Toping Ayam Suirnya, Kuliner Bandung,Mi Bakso Enak di Bandung,Mi Bakso enak,Mi Bakso Bintang Avon

artikel terkait

dewanpers