web analytics
  

Siasat Nasi Tutug Oncom Bobotoh Bertahan Selama Pandemi

Rabu, 29 Juli 2020 12:34 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Kuliner, Siasat Nasi Tutug Oncom Bobotoh Bertahan Selama Pandemi, Nasi Tutug Oncom,Bobotoh,Kuliner Bandung

Nasi tutug oncom Bobotoh. (Google)

UJUNGBERUNG, AYOBANDUNG.COM — Jawa Barat kaya akan budaya. Hal ini dapat tercermin pula dari banyaknya makanan khas. Nasi tutug oncom adalah salah satunya.

Sesuai namanya, hidangan ini berbahan baku utama nasi dan oncom. Selain itu, nasi tutug oncom juga diberi bumbu berupa bawang putih, cabai, gula merah, garam, dan kencur.

Tono, pemilik rumah makan nasi tutug oncomBobotoh’ memaparkan cara pembuatan hidangan ini saat diwawancarai Selasa (28/7/2020). “Digoreng dulu setengah matang. Terus pakai api kecil dikasih bumbu. Ya kayak dipanggang gitu lah,” katanya.

Rumah makan Tono berdiri sejak 2004. Berawal dari usaha kecil hingga berkembang dan menjadi rumah makan. Selain nasi tutug oncom, rumah makan ini juga menjual masakan Sunda lainnya seperti aneka tumis, aneka pepes, dan lalap sayur.

Selama pandemi ini, Tono mengalami penurunan pendapatan hingga 80%. “Pasti ya semua mengalami penurunan tidak hanya kuliner saja. Kan kita tidak boleh dine-in ya. Cuma boleh take away. Apalagi ketika bulan puasa kan tidak boleh ada bukber,” tutur Tono.

Penurunan tersebut berimbas pada pengurangan karyawan. Tono pun menerapkan waktu kerja bergilir untuk karyawannya demi menghindari PHK. Untuk hidangan, Tono harus mengurangi jenis dan kuantitas sayuran agar kesegarannya tetap terjaga.

Sebagai siasat untuk mempertahankan usaha selama pandemi, Tono bergabung dengan ojek online untuk melayani pesanan take away. Selain itu, Tono memberikan penawaran gratis atau diskon makanan tertentu untuk menarik pelanggan. Namun, hal itu pun tidak begitu memberikan pengaruh signifikan.

Untuk saat ini, Tono menjelaskan pemasukan rumah makan sudah mulai naik kembali. “Ya, sudah di angka 35%-40% lah,” katanya. Akan tetapi, Tono merasa bersyukur karena usahanya masih bisa bertahan terutama saat melihat banyaknya rumah makan lain yang tutup karena pandemi. (Putri Shaina)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers