web analytics
  

Soroti Kinerja BUMD, Ridwan Kamil: Harus Aktif Jemput Bola

Senin, 27 Juli 2020 17:02 WIB Dadi Haryadi
Bandung Raya - Bandung, Soroti Kinerja BUMD, Ridwan Kamil: Harus Aktif Jemput Bola, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,BUMD,Pemulihan Ekonomi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar teleconference di ruangan Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar), Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (16/3/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengintruksikan kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMD) untuk aktif menjemput peluang saat pemulihan ekonomi di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Kang Emil, sapaan akrabnya, juga meminta BUMD aktif melakukan lobi dan mencari investor untuk menjadi mitra dalam pengembangan bisnis.

"Jangan sampai BUMD di Jabar hanya sebagai pelaku ekonomi warung, harus melakukan ekonomi ketuk pintu, menjemput rezeki," kata Ridwan Kamil, dalam Webinar Pokja PWI Gedung Sate 'Siasat Recovery BUMD Jawa Barat di Era AKB', Senin (27/7/2020).

Dia mencontohkan, PT Agro Jabar sebagai BUMD yang bergerak di bidang pertanian harus melihat peluang bisnis yang paling tangguh di masa Covid-19 hari ini. Agro Jabar diharapkan dapat menjadi pemain utama di seluruh lini pertanian. 

"Tidak melulu sebagai hulunya, tapi juga sebagai hilirnya. Jadi harus terdepan yang kerja sama, dalam bisnis perkebunan, punya sistem yang tangguh dalam digital e-commerce-nya.  Sehingga ingat bisnis agrokultur ingat Agro Jabar-lah ya," kata Emil.

Selanjutnya di bidang infrastruktur, PT Jasa Sarana dan anak perusahaannya harus selalu menjadi mitra utama dalam investasi. Semuanya harus menjemput bola jangan hanya menunggu saja di zaman recovery ekonomi ini.

Begitupun dengan PT Jaswita Jabar, yang dahulu selalu diidentikan sebagai broker properti yang hanya menyewakan aset tapi tidak mengambil peran sebagai pelaku properti secara profesional.

"Padahal kalau disebut jasa pariwisata bukan melulu ngurusin bikin aset hotel, restoran, harusnya divisi baru ini bisa mengkonversi peluang yang bukan di lahannya saja. Bisa bekerja sama di Pangandaran, bekerja sama membuat chain restoran, hotel, bikin event yang sifatnya semuanya ada provit dari pariwisata," katanya.

"Karena pariwisata ini adalah bisnis kegembiraan, dimana orang berbahagia bergembira yaitu pariwisata. Ada wisata religius, ada wisata belanja, event, kuliner. Jadi kalau logikanya jaswita hanya ngurusin aset dan jadi bangunan itu konvensional menurut saya, sekarang harus multidimensi," tuturnya.

Selain itu, Emil menyinggung PT BIJB yang bergerak di bidang penerbangan. Dirinya menginginkan BIJB melihat peluang yang lain, misalnya pembangunan kota baru atau aerocity di Kertajati Majalengka.

"Ada bisnis yang harus diperbaiki dan ada peluang baru saat covid yang harus ditangkap," tuturnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers