web analytics
  

Kisah Pilu Covid-19: Aku Membunuh Ibuku Dengan Tanganku Sendiri

Senin, 27 Juli 2020 13:51 WIB Rizma Riyandi
Umum - Nasional, Kisah Pilu Covid-19: Aku Membunuh Ibuku Dengan Tanganku Sendiri, Virus Corona,COVID-19,Dampak Covid-19,Pasien Covid-19,Korban Covid-19,Cerita Covid-19

Ilustrasi Corona (EPA)

Oleh: Eries Adlin (Editor Ayojakarta.com)

Video singkat yang tayang di bbc.com itu membuat mata saya rada gimana..., gitu. Berkisah tentang kesedihan seorang tenaga rumah sakit (RS) di Irak yang ternyata membawa virus corona ke rumahnya.

Aslinya video tersebut berbahasa Arab tetapi untung sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh awak BBC. Rekamannya sudah ditayangkan sejak 26 Juli 2020 waktu Inggris.

“Aku membuat ibu, ayah, saudara lelaki dan perempuan saya terpapar Covid-19.” Begitu ucap lelaki dalam video itu. Di kalimat ini, mata saya belumlah 'gimana gitu' tadi. 

“Aku yang membunuh ibuku sendiri. Aku membunuh dengan tanganku sendiri. Sebelumnya, ibuku di rumah tidak terpapar virus corona. Aku yang membawa virus itu ke rumah. Semua itu karena aku bekerja di di RS,” kata lelaki yang tidak disebutkan namanya dalam video tersebut. Di sinilah baru mata saya menjadi gimana gitu. 

Ah…. Apakah kejadian seperti itu cuma ada di Irak? Saya yakin tidak!

Di Indonesia pastilah ada cerita yang demikian memilukan seperti itu. Mungkin kita saja yang tidak mendengar. Dan tidak harus jauh-jauh. Bahkan peristiwa seperti itu bisa juga terjadi di lingkungan—entah itu tetangga atau sanak famili. Atau, bukan maksud saya menakut-nakuti, malah di dalam rumah kita sendiri! 

Pagi tadi, saya baru membaca laporan dari Gugus Tugas Covid-19 yang melansir data Kementerian Kesehatan. Kesimpulannya, melihat beberapa laporan sejak awal Juli, kasus positif Covid-19 di Indonesia bisa menembus angka 100 ribu pada Senin siang ini (27 Juli 2020) apabila mengikui tren pertumbuhan harian. 

Sampai dengan pukul 12.00 WIB Minggu 26 Juli kemarin, akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia sejak pertama kali pasien positif diumumkan pada 2 Maret sudah mencapai angka 98.778 kasus. Sementara itu, pertumbuhan harian kasus Covid selama Juli ini terus di atas angka 1.200. Selama 24 jam kemarin sampai dengan pukul 12.00 WIB, pertambahan harian sebanyak 1.492 kasus baru. 

Memang ada data yang melegakan hati. Dalam laporan yang disampaikan Gugus Tugas Covid-19, dari total 98.778 kasus tersebut sebanyak 56.655 pasien dinyatakan sembuh dan yang meninggal 4.781 orang. Namun, jelas lebih lega lagi hati ini andai kita mendengar tidak ada lagi korban meninggal. Sebuah harapan yang mesti menunggu waktu. Entah sampai kapan, belum ada yang tahu. 
Secara global, pandemi dari virus corona sudah menyebar ke 216 negara dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 15.785.641 kasus dengan korban meninggal sebanyak 640.016 orang. 

Bagi sebagian orang, data itu cuma deretan angka-angka.

Bagi sebagian lagi, statistik itu jadi amunisi. 
Bagi sebagian lagi, ada peluang di baliknya 
Bagi sebagian lagi, itu semua produk konspirasi 
Sementara, bagi sebagian besar orang, angka itu persoalan hidup dan mati 
Saya merasa tidak harus menjelaskan maksud dari kalimat yang dimulai dengan ‘bagi sebagian orang….” 
Saya dan Anda tinggal pilih saja, kira-kira kategori mana yang pas buat kita! 

Oh iya, yang mau melihat langsung video BBC itu silakan klik link ini:

https://www.bbc.com/news/av/world-middle-east-53540022/coronavirus-i-killed-my-mother-with-my-own-hands

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers