web analytics

Menelusuri Sejarah Gedung Sate di Usianya yang ke-100 Tahun

clockSenin, 27 Juli 2020 13:18 WIB userRizma Riyandi
Bandung Baheula - Baheula, Menelusuri Sejarah Gedung Sate di Usianya yang ke-100 Tahun, Gedung Sate,sejarah gedung Sate,Gedung Sate 100 Tahun,Asal Usul Gedung Sate,Sejarah Jabar,Berita Jabar

Gedung Sate (Ayobandung.com/Irfan Alfaritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gedung Sate dikenal sebagai landmark Kota Bandung dan Jawa Barat. Di usianya yang ke-100 tahu, bangunan warisan Belanda itu telah mengalami berbagai perbaikan dan perubahan fungsi.

Dilansir dari jabarprov.go.id, Gedung Sate saat ini berfungsi sebagai Kantor Gubernur Propinsi Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 22 Bandung. Sayap Timur Gedung Sate sekarang ditempati oleh Kantor Pusat Pos dan Giro yang pada tempo dulu disebut PTT. Sedangkan bangunan tambahan pada sayap Barat, merupakan Gedung DPRD Propinsi Jawa Barat.

Gedung Sate pada Zaman Kolonial Belanda dikenal dengan nama Gouvernements Bedrijven disingkat "GB" atau Pusat Instansi Pemerintahan. Awal pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 27 Juli 1920, oleh Nona Johanna Catherina Coops putri sulung Walikota Bandung B. Coops yang didampingi Nona Petronella Roeslofsen yang mewakili Gubernur Jenderal di Batavia. 

Pada awal tahun 1924 Gedung Hoofdbureau PTT rampung dikerjakan, disusul dengan selesai dibangunnya Induk Gedung Sate dan Perpustakaan Tehnik yang paling lengkap di Asia Tenggara, pada bulan September 1942. Gedung Sate dirancang oleh arsitek Belanda Ir. J. Gerber dari Jawatan Gedung-gedung Negara (landsgebouwendients), dibantu oleh sebuah tim yang terdiri dari: Kol. Genie (Purn.) V.L. Slor dari Genie Militair, Ir. E.H. De Roo dan Ir. G. Hendriks yang mewakili Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W) atau DPU sekarang dan Gemeentelijk Bouwbedriff (Perusahaan bangunan Kotapraja) Bandung. 

Langgam arsitektur Gedung Sate terinspirasi gaya bangunan Italia di Zaman Renaissance. Dan sebagaimana umumnya bangunan resmi yang didirikan oleh BOW, selain mengungkapkan kesan anggun, indah, megah, dan monumental, penantaan bangunan pada umumnya berbentuk simetris. Selain itu juga adanya pemakaian elemen lengkungan yang ritmis, berulang-ulang (repetisi) sehingga menciptakan "irama arsitektur" yang menyenangkan, indah dan unik.

Pada dinding fasade depan Gedung Sate terdapat ornamen berciri tradisional, seperti pada bangunan candi-candi Hindu. Sedangkan ditengah-tengah bangunan induk Gedung Sate, tegak berdiri menara dengan atap bersusun atau yang disebut "tumpang" seperti Meru di Bali atau atap Pagoda. Bagian atasnya yang menjulang menyerupai tusukan sate, karenanya secara popular rakyat memberi nama gedung itu "Gedung Sate".

Bangunan menjadi unik bentuknya, karena merupakan perpaduan dengan gaya arsitektur Barat. Perpaduan gaya Timur dan Barat itu merupakan eksperimen dari pencarian sebuah bentuk identitas Arsitektur Tradisional Indonesia dengan kemahiran konstruksi Barat. Hal ini dapat dilihat pada bangunan Gedung Sate atau bangunan induk Kampus ITB, yang sering disebut sebagai Indo Europeeschen Architectuur Stijl atau Gaya Arsitektur Indonesia Eropa.

Maestro Arsitek dari Negeri Belanda Dr. Hendrik Petrus Berlage dalam kunjungannya ke Kota Bandung pada bulan April 1923, sempat menyatakan bahwa bangunan Gedung Sate beserta rancangan kompleks Pusat Perkantoran Instansi Pemerintahan Sipil Hindia Belanda di Bandung itu merupakan sebuah karya besar. Gedung Sate pada hakekatnya cuma merupakan bagian kecil atau sekita 5% dari "Kompleks Pusat Perkantoran Insatansi Pemerintah Sipil" Hindia Belanda yang menempati lahan Bandung Utara seluas 27.000 meter persegi yang disediakan oleh Gemeente Van Bandoeng lewat Raadbesluit yang disahkan pada tanggal 18 Desember 1929.

Pembangunan Gedung Sate erat kaitannya dengan rencan Pemerintah Kolonial Belanda di Zaman Gubernur Jenderal J.P. Van Limburg Stirum yang memerintah antara Tahun 1916-1921 untuk melaksanakan usul H.F. Tillema pada Tahun 1916, seorang ahli Kesehatan Lingkungan dari Semarang, agar Ibukota Nusantara dalam hal ini Hindia Belanda dipindahkan dari Batavia atau Jakarta sekarang ke Kota Bandung.

Sejumlah Instansi atau departemen pemerintahan, dipindahkan dari Batavia, yang akan mendirikan gedung perkantorannya di sekitar Gedung Sate. Diantaranya Departement Verkeeren en Waterstaat (Departemen Lalu Lintas dan Pengairan) atau DPU sekarang, Hoofdbureau PTT (Kantor Pusat PTT), Departement van Onderwijs en Eeredients (Departemen Pendidikan dan Pengajaran), Departement van Financien (Departement Keuangan), Departement van Binnenlandsch Bestuur (Departemen Dalam Negeri), Departement van Economische Zaken (Departemen Perekonomian), Hoge Raad (Mahkamah Agung), Volksraan (Dewan Rakyat), Centraall Regeering (Pusat pemerintahan), Algemeene Secretarie (Sekretariat Umum), Paleis van Gouverneur General (Istana Gubernur Jenderal), Balai Negara, Pusat Laboratorium Geologi.

Akibat terjadinya resesi ekonomi (malaise) di tahun 1930-an, akhirnya rencana pemindahan ibukota negara beserta bangunan-banguan pemerintah pusat dari Batavia ke Bandung tidak dilanjutkan. Sedangkan bangunan-bangunan yang sempat dirampungkan diantaranya Gedung Departement Verkeer en Waterstaat (Gedung Sate), Hoofdbureau PTT (Kantor Pusat Pos dan Giro), Laboratorium dan Museum Geologi, serta bangunan Pensioen Fonds (Dana Pensiun) yang kini menjadi Gedung Dwi Warna.

Dalam masa perang kemerdekaan Gedung Sate memiliki nilai histories. Pada tanggal 3 Desember 1945, tujuh orang pemuda pejuang yang mempertahankan bangunan tersebut gugur melawan Pasukan Ghurka yang datang menyerang. Kini sebuah monumen peringatan bagi pahlawan yang gugur itu, berdiri tegak di depan Gedung sate. Sejak tahun 1977, sebuah bangunan besar dengan kontekstual yang serasi, tegak menyesuaikan bentuk terhadap langgam arsitektur banguanan Gedung sate, rancangan arsitek Ir. Sudibyo, yang kini berfungsi menjadi gedung DPRD Propinsi Jawa Barat.

 

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Stasion Tjimahi, Saksi Sejarah Jalur Kereta Zaman Belanda

Baheula Kamis, 29 Juli 2021 | 08:36 WIB

Wilayah Priangan di Jawa Barat merupakan tumpuan pemeritahan Kolonial Belanda semasa berkuasa. Jalur "kalung besi" pun...

Bandung Baheula - Baheula, Stasion Tjimahi, Saksi Sejarah Jalur Kereta Zaman Belanda, Stasion Tjimahi,Stasiun Cimahi,Cimahi,Bangunan bersejarah Cimahi,Bandung Baheula

Nostalgia: Perbedaan Suasana Alun-Alun Lembang Dahulu dan Sekarang

Baheula Selasa, 27 Juli 2021 | 19:05 WIB

Jika dibandingkan dalam bentuk dan sarana, Alun-Alun Lembang dahulu lebih banyak fasilitas yang mengundang masyarakat un...

Bandung Baheula - Baheula, Nostalgia: Perbedaan Suasana Alun-Alun Lembang Dahulu dan Sekarang, Alun-Alun Lembang,Perbedaan Suasana,Sejarah,Fasilitas Umum,destinasi wisata

Perjalanan Sentral Susu Pangalengan, Bermula dari Bandungsche Melk Cen...

Baheula Senin, 26 Juli 2021 | 19:50 WIB

Pangalengan di Kabupaten Bandung telah lama dikenal sebagai salah satu sentral susu terbesar di Indonesia.

Bandung Baheula - Baheula, Perjalanan Sentral Susu Pangalengan, Bermula dari Bandungsche Melk Center, Sentral Susu,Pangalengan,Kolonial,Belanda

Sejarah Paguyuban Pasudan, Wajah Sunda Boedi Oetomo

Baheula Jumat, 23 Juli 2021 | 19:40 WIB

Paguyuban Pasundan didirikan atas inisiatif para siswa Sunda STOVIA yang bertujuan menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Bandung Baheula - Baheula, Sejarah Paguyuban Pasudan, Wajah Sunda Boedi Oetomo, Sejarah,Paguyuban Pasudan,Sunda,Pendidikan,Gerakan,Organisasi,Boedi Oetomo

Tugu Juang Siliwangi, Simbol Semangat Rakyat Bandung Selatan Melawan P...

Baheula Minggu, 18 Juli 2021 | 06:15 WIB

Tugu Juang Siliwangi ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Aang Kunefi dan Pangdam VI/Siliwangi Letnan Jendr...

Bandung Baheula - Baheula, Tugu Juang Siliwangi, Simbol Semangat Rakyat Bandung Selatan Melawan Penjajah, Tugu Juang Siliwangi,Simbol Semangat Rakyat,Bandung Selatan,Melawan Penjajah,Sejarah,Kabupaten Bandung

Taman Musik Centrum dan Tragedi Sabtu Kelabu AACC 2008

Baheula Kamis, 15 Juli 2021 | 16:40 WIB

Taman Musik Centrum dibuat untuk mengenang tragedi memilukan Sabtu Kelabu.

Bandung Baheula - Baheula, Taman Musik Centrum dan Tragedi Sabtu Kelabu AACC 2008, Taman Musik Centrum,Tragedi,Sabtu Kelabu,AACC,Kota Bandung

Sudah 2 Abad di Kota Bandung, Toko Herbal Babah Kuya Makin Laris sejak...

Baheula Rabu, 14 Juli 2021 | 21:50 WIB

Toko Babah Kuya telah menjual obat dan ramuan herbal sejak tahun 1838.

Bandung Baheula - Baheula, Sudah 2 Abad di Kota Bandung, Toko Herbal Babah Kuya Makin Laris sejak Pandemi, obat herbal,Kota Bandung,Obat tradisional,Bandung Raya,Ramuan Obat,Babah Kuya,Toko Herbal

4 Tugu Sister City yang Ikonik di Kota Bandung

Baheula Rabu, 14 Juli 2021 | 18:30 WIB

Sister City atau Kota Kembar adalah bentuk konsep kerjasama dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik.

Bandung Baheula - Baheula, 4 Tugu Sister City yang Ikonik di Kota Bandung, Tugu Sister City,Ikonik,Kota Bandung,Tugu Lizhou,Tugu Braunscheweig,Tugu Forth Worth

artikel terkait

dewanpers
arrow-up