web analytics
  

Mau Cari Data, tapi Takut Corona?

Senin, 27 Juli 2020 11:10 WIB Netizen Vira Wahyuningrum
Netizen, Mau Cari Data, tapi Takut Corona?, BPS,Data,Dampak Corona

Tampilan Pop Up Protokol Kesehatan PST dan Menu Live chat pada Website BPS Provinsi Jawa Barat. ((Vira Wahyuningrum, Juli 2020))

Vira Wahyuningrum

Statistisi di BPS Provinsi Jawa Barat

AYOBANDUNG.COM Pak, sudah boleh berkunjung ke pelayanan? Min (Admin), kapan pelayanan data dibuka? Untuk permintaan data apakah harus datang langsung? Begitu kira-kira pertanyaan dari beberapa konsumen data di Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS Provinsi Jawa Barat. Tak sedikit yang menanyakan hal ini melalui live chat, telepon, email, media sosial maupun secara langsung pada satpam kantor BPS.  

Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait pandemi Covid-19, pelayanan publik dari instansi pemerintah juga terdampak. Untuk pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 dilakukan penyesuaian pada sistem pelayanan. Mengikuti Surat Edaran dari Pemerintah Provinsi dan BPS RI, PST Jawa Barat mengalihkan sistem pelayanan data offline/datang langsung menjadi pelayanan online.

Sejak 17 Maret 2020, layanan PST dialihkan secara online melalui live chat, telepon, email dan beberapa aplikasi untuk konsultasi dan permohonan data. Layanan online memang sudah tersedia sebelum adanya pandemi, namun konsumen data lebih familiar dengan kunjungan dan konsultasi atau tatap muka langsung ke PST. Konsumen data yang paling dominan di PST adalah pelajar dan mahasiswa. Meraka memanfaatkan data untuk menyelesaikan tugas sekolah/kuliah maupun pendukung skripsi dan tesis.

Pada kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, kunjungan datang langsung ke PST memuncak pada bulan Maret-April. Berdasarkan statistik pengunjung PST yang dipublikasikan BPS Provinsi Jawa Barat, pada periode tersebut setiap tahunnya terjadi lonjakan pengunjung. Rata-rata pengunjung pada bulan puncak kunjungan mencapai 9-10 orang per hari. Tentunya tren pengunjung PST periode bulan yang sama di tahun ini mengalami perubahan yang signifikan. Tidak ada kunjungan konsumen datang langsung ke PST Jawa Barat sejak diberlakukannya PSBB.

Selama transisi peralihan ke layanan online hingga kini, masih banyak konsumen data PST yang bertanya-tanya mengenai prosedur memperoleh data tanpa kunjungan secara langsung. Kebanyakan adalah mahasiswa yang sedang bergelut menyelesaikan skripsi dan tesis. Meskipun kegiatan perkuliahan pun dialihkan secara online, kebutuhan akan data tetap berjalan. Utamanya untuk mendukung tugas perkuliahan.

Permintaan data maupun informasi dari PST BPS sebenarnya tidak harus melalui prosedur kunjungan langsung. Apalagi dalam situasi yang tidak memungkinkan seperti saat ini. Pengunjung dan konsumen data lebih disarankan untuk menggunakan layanan online.

Layanan online PST yang paling utama adalah website. Konsumen data dapat mengakses laman https://jabar.bps.go.id. Untuk wilayah Jawa Barat, website ini dikelola oleh BPS Provinsi Jawa Barat. Selain itu, website ini juga terkoneksi dengan link website 27 BPS kabupaten/kota se-Jawa Barat. Melalui website ini konsumen data dapat mengakses data dan informasi serta aplikasi-aplikasi yang disediakan berkaitan dengan layanan data PST.

Konsumen yang mengakses website selama pengalihan layanan tercatat melonjak pada bulan Maret - April 2020. Pada Maret 2020, total pengunjung (visitors) mencapai 34,7 ribu dengan rata-rata pengunjung per hari lebih dari 1.100 pengunjung. Total kunjungan ini merupakan yang tertinggi sejak website ini beroperasi di tahun 2013. Adanya pandemi membuat konsumen data memilih memanfaatkan layanan online dan mengakses data melalui website.

Konten dalam website dapat diakses dan diunduh (download) secara gratis oleh pengguna. Publikasi, rilis Berita Resmi Statistik dan tabel-tabel menurut subyek data tersedia di sini. Aksesnya cukup mudah dengan memilih menu-menu yang ditampilkan. Untuk konsumen/ pengguna data yang belum tahu dan ingin bertanya mengenai ketersediaan data yang dibutuhkan, dapat memanfaatkan menu live chat di website ini.

Saat membuka laman website, di pojok kanan bawah tersedia menu live chat. Operator PST akan melayani pertanyaan melalui menu ini pada jam operasional. Live chat melalui website buka pada hari kerja pukul 08.30 hingga 15.30 WIB. Selain melalui live chat ini, konsumen juga dapat mengirimkan pertanyaan via email PST yang tercantum pada bagian bawah laman website.

Animo konsumen pada menu live chat ini juga cukup tinggi. Dibandingkan tahun sebelumnya, pengguna layanan live chat kumulatif pada triwulan pertama 2020 meningkat hingga 8,84 persen. Pada triwulan kedua, jumlah pengguna layanan live chat maupun pengunjung website secara umum mengalami penurunan. Mengikuti trend tahun sebelumnya, pada triwulan 2 merupakan masa libur sekolah dan Hari Raya Idul Fitri sehingga mempengaruhi jumlah pengunjung yang mengakses website.

Mayoritas konsumen data menanyakan tentang data statistik yang dibutuhkan untuk penyusunan tugas perkuliahan, penelitian dan bahan evaluasi. Selain pertanyaan mengenai ketersediaan dan kebutuhan data, pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) Online 2020 juga menjadi faktor peningkatan pengguna layanan live chat. SP Online oleh BPS dilaksanakan pada 15 Februari - 31 Maret 2020 yang lalu dan diperpanjang hingga 29 Mei 2020. Sebagian masyarakat memanfaatkan menu live chat pada website BPS untuk berkonsultasi tentang pelaksanaan SP Online.

Sementara itu, jumlah permintaan data yang masuk melalui email PST pun mengalami peningkatan. Pada Maret 2020, banyaknya email permintaan data meningkat 40 persen dibandingkan bulan Februari 2020. Demikian pula pada April, kebutuhan permohonan data melalui email juga masih cukup tinggi seperti bulan sebelumnya.

Khusus layanan konsultasi statistik, konsumen PST dapat memanfaatkan aplikasi meeting online. Untuk meminimalkan pertemuan secara langsung, PST menyediakan layanan konsultasi statistik secara online dengan agenda yang disepakati sebelumnya. Informasi mengenai syarat dan ketentuan secara lebih detail dapat dikomunikasikan dengan operator yang siap membantu konsumen data.

Untuk keperluan yang mendesak atau mengharuskan kunjungan datang langsung, layanan offline PST sudah dibuka kembali sejak pertengahan bulan Juni 2020. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Protokol kunjungan langsung ini dapat disimak pada pop up website BPS Jawa Barat.

Secara umum, pengunjung wajib mengikuti standar protokol kesehatan untuk megantisipasi penyebaran virus Corona. Protokol utamanya adalah pengunjung wajib menggunakan masker, menjalani pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan dan menjaga jarak antar pengunjung maupun petugas PST. Aturan tambahan yang harus dipatuhi adalah pengunjung tidak diperkenankan mengakses buku-buku atau publikasi tercetak di PST. Publikasi tersedia dalam softcopy yang dapat diakses melalui PC (Personal Computer) yang sudah diatur jaraknya sesuai protokol kesehatan.

Pada praktiknya, alur kunjungan tersebut dapat diikuti dengan baik. Sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan protokol kesehatan juga disediakan di tempat pelayanan. PST untuk kunjungan langsung dibuka pada hari kerja dengan penyesuaian jam pelayanan, yaitu dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Menurut data kunjungan langsung sejak awal Juni hingga minggu ketiga Juli 2020 ini, rata-rata kunjungan datang langsung di PST hanya 1 orang per hari. Konsumen data masih lebih memilih layanan online daripada datang langsung ke PST. Semoga  konsumen data dapat memanfaatkan informasi dan layanan yang disediakan dengan baik. Saat ini situasi new normal masih dalam tahap peralihan. Aktivitas pelayanan publik juga sedang melakukan penyesuaian tatanan baru. Termasuk pelayanan di PST Jawa Barat, tetap berusaha mengedepankan pelayanan prima dengan moto “Melayani dengan Hati”.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers