web analytics
  

Bobotoh Dukung Penerapan Ketat Protokol Kesehatan Ketat di Liga 1

Minggu, 26 Juli 2020 14:40 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Bobotoh Dukung Penerapan Ketat Protokol Kesehatan Ketat di Liga 1, Berita Persib,Persib,Pemain Persib,Bobotoh,Viking

Latihan Persib (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Viking Persib Club (VPC), Herru Joko menilai, Juli ini menjadi bulan paling bergairah bagi bobotoh dalam mendukung tim kesayangannya. 

Bagaimana tidak? Juli menjadi salah satu bulan tersibuk Persib Bandung andai Liga 1 2020 tak ditangguhkan karena pandemi Covid-19. Berdasarkan jadwal kompetisi pada awal musim, skuat Maung Bandung mempunyai 4 jadwal laga kompetisi. 

Dari rentang waktu 1-17 Juli 2020, skuat Maung Bandung seharusnya menjajal kekuatan Bhayangkara (2 Juli), Persik Kediri (6 Juli), Persija Jakarta (12 Juli), dan Persipura Jayapura (17 Juli).

Namun apa boleh buat, pandemi virus corona yang menginfeksi Indonesia sejak pertengahan Maret lalu membuat kompetisi mati suri hingga kini. 

Padahal di awal musim, skuat Pangeran Biru dalam laju positif di papan klasemen. Performa tim asuhan Robert Alberts itu juga begitu apik dengan berhasil menyapu bersih kemenangan dalam tiga laga beruntun.

"Sangat disayangkan karena jiwa kita di sana. Kita sangat berharap ada partai-partai yang bisa membuktikan siapa kita. Harusnya Juli ini kita lagi gairah-gairahnya, lagi sibuk-sibuknya, timnya kemarin bagus," kata Herru melalui sambungan telepon, Minggu (29/7/2020).

Meski begitu, Herru meyakini, bobotoh memaklumi kondisi saat ini. Dia juga menyakini, bobotoh akan memetik hikmah dari pandemi Covid-19 masih berkecamuk di Indonesia.

PSSI memastikan Liga 1 2020 akan bergulir Oktober mendatang setelah mengalami penangguhan. Namun lanjutan kompetisi ini dipastikan akan digelar tanpa kehadiran suporter.

Kebijakan ini diambil demi menghindari terbentuknya klaser baru penyebaran virus corona yang bisa menyebar selama pertandingan Liga 1.

"Tapi tidak apa-apa karena sekarang keadaannya seperti ini memang sedunia. Tapi bisa diambil hikmahnya, bisa belajar banyak. Kita juga ingin menjadi pendukung yang baik," ujarnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers