web analytics
  

Demi Nyalon Bupati Bandung, Dadang Supriatna Rela Pindah ke PKB?

Jumat, 24 Juli 2020 15:46 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Demi Nyalon Bupati Bandung, Dadang Supriatna Rela Pindah ke PKB?, Dadang Supriatna PKB,Dadang Supriatna,PKB,Golkar Kabupaten Bandung,Partai Golkar,Yanto Setianto,Pilkada Kabupaten Bandung

Ilustrasi Pilkada Serentak. (Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua Bidang Litbang DPD II Golkar Kabupaten Bandung  Yanto Setianto, menganggap Dadang Supriatna (DS) telah diberhentikan secara tidak hormat dari keanggotaan partai.

Hal tersebut dikarenakan DS menerima kartu anggota PKB yang diserahkan secara langsung oleh Muhaimin Iskandar beberapa waktu lalu.

Yanto mengatakan ada beberapa hal yang secara hukum DS dianggap telah diberhentikan secara tidak hormat oleh Partai Golkar.

"Pertama, waktu penyampaian visi-misi sebagai peserta penjaringan bakal calon bupati dari Partai Golkar, telah menandatangani fakta integritas akan mematuhi AD/ART. Jika tidak, maka aturannya harus berhenti dari keanggotaan partai," tutur Yanto, Jumat (24/7/2020).

Selain itu, dalam AD/ART, jika anggota Partai Golkar tercatat sebagai anggota partai lain, maka secara otomatis diberhentikan secara tidak hormat.

"Sudah dianggap diberhentikan secara tidak hormat. Kalaupun nanti ada pleno (pemberhentian) paling hanya untuk kepentingan administrasi," tegasnya.

Yanto juga mengaku prihatin dengan keputusan DS yang mau menjadi anggota partai lain. Sikap tersebut dianggap terlalu ambisius ingin menjadi calon Bupati Bandung setelah kalah dalam penjaringan di Partai Golkar.

"Merasa prihatin terhadap sikap DS yang terlalu ambisius. Sangat disayangkan dia tidak bisa menerima keputusan partai dan pernyataan yang dia tandatangani sendisi saat penyampaian visi-misi," ujarnya.

Meski demikian, Yanto mengaku menghormati sikap DS yang memilih masuk di partai lain dibanding meneruskan perjuangan partai beringin.

"Sebagai teman, saya merasa bangga, dia punya keberanian mencalonkan diri dari partai lain dengan segala konsekuensinya," imbuhnya.

Disinggung mengenai potensi perpecahan di tubuh Partai Golkar, Yanto mengatakan dengan berpindahnya DS ke partai lain tidak akan mempengaruhi akar rumput partai beringin.

"Tidak khawatir, paling kerabat dia yang pindah. Kalau secara kepartaian tidak khawatir. Akar rumput partai sudah tahu mana pejuang mana pengkhianat," ujarnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers