web analytics
  

Izin Komite Etik untuk Uji Klinis Vaksin Sinovac Belum Keluar

Jumat, 24 Juli 2020 15:16 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Nasional, Izin Komite Etik untuk Uji Klinis Vaksin Sinovac Belum Keluar, Vaksin Covid-19,Universitas Padjajaran (Unpad),Vaksin Sinovac,Berita Vaksin Covid-19

Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kusnandi Rusmil (Ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19 di Indonesia hingga saat ini belum mendapat izin dari Komite Etik. Penelitian tersebut baru dapat dilakukan oleh Universitas Padjadjaran dan Biofarma apabila izin dari Komite Etik dan Badan POM telah keluar.

"Kita akan melakukan kalau umpamanya udah ada izin dari Badan POM, Badan POM itu berdasarkan izin dari Komite Etik, sampai hari ini izin dari Komite Etik belum kami dapat," ungkap Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kusnandi Rusmil melalui keterangannya dalam video conference, Jumat (24/7/2020).

Ia mengatakan, izin tersebut belum diperoleh karena masih terdapat sejumlah hal yang perlu dikonsultasikan kembali. Ia tidak merindukan perihal perubahan yang dimaksud.

"Karena ada berapa perubahan-perubahan yang harus diubah yang akan saya konsultasikan nantinya, kira-kira perubahan-perubahan itu mungkin atau tidak kita lakukan," ungkapnya.

Ia menekankan, penelitian vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Chin tersebut harus dilakukan dengan tata cara yang sesuai dengan kondisi pandemi.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya, penelitian vaksin ini sudah memasuki uji klinis tahap ketiga. Penelitian fase satu dan dua telah dilakukan dengan melibatkan hewan dan puluhan warga China.

Penelitian fase ketiga ini juga dilakukan di empat negara lainnya selain Indonesia, seperti Brazil dan Chile. Di Indonesia, tes akan dilakukan di enam titik yakni RSP Unpad, Kampus Unpad Dipatiukur hingga empat Puskesmas yang terletak di Bandung yakni Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Sukaparkir.

"Kita akan merekrut kurang lebih 1.620 subjek penelitian dari berbagai tempat," ungkap Kusnandi. 
 

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers