web analytics
  

Penyanyi Dunia Madonna Protes Peta Palestina Hilang dari Google

Jumat, 24 Juli 2020 13:52 WIB
Umum - Artis, Penyanyi Dunia Madonna Protes Peta Palestina Hilang dari Google, Madonna,Peta Palestina,Israel,Google,apple

Madonna. (REUTERS/Carlo Allegri)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Aksi solidaritas untuk Palestina ditunjukkan penyanyi kenamaan, Madonna, beberapa waktu lalu. Dalam serangkaian unggahan Instagram, Madonna memberikan protes keras atas dihapusnya wilayah palestina dari peta Google.

Madonna membela Palestina bertepatan dengan peluncuran petisi daring yang telah ditandatangani lebih dari satu juta orang yang menuntut Google mengembalikan Palestina di Peta.

Petisi itu berisikan bahwa google menghapus peta Palestina membuatnya terlibat dalam aksi pembersihan etnis Palestina oleh pemerintah Israel.

Dilansir laman Memo, Israel yang didirikan di tanah Palestina, jelas tercantum di peta namun Palestina tidak muncul di peta Google.

"Kenapa tidak ada peta Palestina?" Tanya para pembuat petisi.

Pada unggahan di instastory, Madonna membagikan gambar peta dengan peta yang dimiliki Google.

"Google dan Apple telah secara resmi menghapus Palestina dari peta mereka," tulis Madonna.

Dalam unggahan kedua, penyanyi itu mengungkapkan solidaritas terkuatnya dengan perjuangan Palestina. Penyanyi ‘Material Girl’ berusia 61 tahun itu menuntut dikembalikannya peta Palestina, dengan menulis tagar #IStandWithPalestine.

Unggahan ketiga, Madonna mengunggah ulang tulisan aktivis Angela Davis dan membagikannya kepada 15 juta pengikutnya.

"Black solidarity with Palestine allows us to understand the nature of contemporary racism more deeply (Solidaritas kulit hitam dengan palestina memungkinkan kita untuk memahami sifat rasisme kontemporer lebih dalam)," katanya.

Angela Davis juga baru-baru ini berbicara tenang mengapa perjuangan palestina begitu penting bagi gerakan Black Lives Matter.

Dia ingat bagaimana para aktivis perjuangan Palestina telah lama mendukung orang-orang kulit hitam melawan rasisme, dan bahwa ketika dia dipenjara pada 1970, solidaritas adalah sumber utama penghiburan baginya.

Pada Minggu 19 Juli 2020, peta Palestina hilang jika kita mencari wilayahnya di dua perusahaan teknologi raksasa besutan Amerika Serikat itu.

Baik Apple dan Google Maps hanya menunjukkan wilayah jalur Gaza dan Tepi Barat saja. Namun tidak akan muncul label Palestina.

Kejadian ini pertama kali heboh usai pengguna Instagram @astagfirulah mengunggah bahwa peta daring Palestina telah hilang dari pencarian.

Sejak saat itu, pembaruan informasi pada unggahan tersebut selalu disematkan dan menyatakan informasi tersebut adalah informasi yang salah.

Usai diunggah, banyak netizen yang kemudian menuding bahwa Apple dan Google sengaja menghapus dan membuat hilang peta Palestina.

Padahal Palestina sendiri diakui oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan 136 anggotanya sebagai negara merdeka. Namun Amerika Serikat, tempat Apple dan Google berkantor pusat, tidak mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka. Google juga tidak segera menanggapi permintaan komentar terhadap tuduhan tersebut.

Sejauh ini belum ada jawaban resmi dari Google dan Apple tentang hal ini. Namun dari laporan Independent, menduga ini berkaitan dengan Amerika Serikat yang belum mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Alasan lain yang diajukan Independent adalah Palestina sebagai daerah yang disengketakan. Dalam keterangan Google Maps daerah yang disengketanya ditampilkan dengan garis abu-abu putus-putus. Tempat-tempat yang tidak disetujui batasnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers