web analytics
  

Menikmati Pemandian Air Panas di Purwakarta

Jumat, 24 Juli 2020 13:38 WIB Dede Nurhasanudin

Pemandian air panas. (Ayopurwakarta.com/Dede)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Warga Kabupaten Purwakarta tak harus jauh-jauh datang ke daerah lain untuk menikmati pemandian air panas.

Di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini juga telah tersedia destinasi wisata pemandian air panas yang mengandung belerang, berlokasi di Kampung Ciseupan, Desa Ciracas, Kecamatan Kiarapedes.
 
Pemandian air panas di kampung tersebut berada sejumlah titik, namun baru dua titik yang kelola menjadi destinasi wisata, yang pertama oleh pihak desa setempat melalui BUMDes dan kedua milik perorangan dinamai Kolam Renang Tirta Mustika.

Sumber air panas dikelola pihak desa terbagi menjadi dua kolam pemandian utama dan terpisah antara laki-laki dengan perempuan.

Sementara milik perorang hanya ada satu pemandian namun pihak pengelola menyediakan kolam renang pada umumnya berukuran besar, memanfaatkan sumber air asli dari pegudungan.

"Air panas ini muncul dari dari bawah tanah sudah sejak lama, namun dikembangkan menjadi objek wisata sejak 2018, kami juga bangun kolam renang untuk menambah daya tarik pengunjung," kata pengelola Kolam Renang Tirta Mustika, Susi Sumiyati, Jumat (24/7/2020).

Kolam pemandian air panas sendiri bak seperti kamar mandi pada umumnya, berbentuk persegi panjang dengan suhu panas air diperkirakan 43 derajat ‎celsius.

Pemandian air panas ini bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit atau rematik dari air yang dihasilkan mengandung belerang.

Namun, Susi mengaku tidak menerima pengunjung yang memiliki penyakit kulit. "Kalau pengunjung ingin berendam saja saya izinkan," ujar Susi.

Sejak dikembangkan menjadi destinasi wisata tidak sedikit wisatawan berdatangan berniat berendam di air panas, terutama pada Sabtu dan Minggu.

Hanya dengan Rp10.000 pengunjung sudah dapat menikmati fasilitas di Kolam Renang Tirta Mustika. "Kalau yang dikelola oleh pihak desa seikhlasnya," ujar Susi.

Selain itu, ia juga mengaku baru kembali membuka objek wisata yang dikelolanya, setelah sebelumnya dilakukan penutupan sementara sebagai upaya menekan penyebaran virus corona.

"Iya sama kami juga merasakan dampak wabah virus corona, tapi alhamdulilah sekarang diizinkan kembali buka," ujar Susi.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers