web analytics
  

Cara Aplikasi Resso Hidupkan Industri Musik di Tengah Pandemi

Jumat, 24 Juli 2020 12:32 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Cara Aplikasi Resso Hidupkan Industri Musik di Tengah Pandemi, Aplikasi Resso,Musik,Pandemi Covid-19,Seni Budaya,Inovasi

Head of Content and Music Resso Indonesia Christo Putra (Ayobandung.com/Nur Khansa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Aplikasi streaming musik yang terintegrasi dengan media sosial, Resso, resmi diluncurkan di Indonesia pada Maret 2020. Masa launching yang bertepatan dengan awal kemunculan pandemi Covid-19 ternyata bukan hambatan bagi Resso untuk tetap dikenal di kalangan pasarnya.

Berdasarkan riset internal Resso terhadap 500 anak muda kategori generasi Z dan Milenial di Indonesia, sebanyak 80% di antaranya mendengarkan musik setiap hari. Bahkan 97% responden terbiasa mendengarkan musik melalui smartphone.

Selain itu, survey Mc Kinsey menunjukan bahwa tren penggunaan media sosial meningkat 23% di seluruh dunia selama pandemi, termasuk penggunaan layanan entertainment yang meningkat hingga 37%. Momen tersebutlah yang dijadikan Resso sebagai sarana untuk memperluas audience-nya di Indonesia.

"Selama pandemi industri musik benar-benar drop. Pendapatan dari konser dan sebagainya di seluruh dunia turun hingga $10 milyar di seluruh dunia. Sekarang kita dipaksa untuk mendengarkan musik secara digital," ungkap Head of Content and Music Resso Indonesia Christo Putra melalui konferensi pers daring, Jumat (24/7/2020).

Meskipun aplikasi streaming musik bukanlah hal yang baru di kalangan anak muda Indonesia, namun, Christo mengatakan, Resso memiliki sejumlah fitur khas. Hal yang menjadi fokus adalah meningkatkan user experience pengguna layanan streaming musik melalui eksplorasi permainan visual dan jejaring sosial.

"Kami menggabungkan sosoal media dengan aplikasi musik. Jadis selain bisa mendengarkan audio, pengguna juga bisa terkoneksi satu sama lain. Bahkan terkoneksi dengan artis-nya langsung," ungkapnya.

Selain itu, salah satu fitur khas Resso adalah "Vibe". Melalui fitur ini, pengguna dapat membuat "video klip" dari sebuah lagu sesuai dengan keinginan masing-masing.

Pengguna dapat bebas mengkombinasikan video ataupun foto milik pribadi dengan lagu yang tersedia di Resso untuk kemudian dibagikan kepada pengguna lainnya. Bahkan, "video klip" tersebut juga bisa dibagikan ke media sosial lain.

"Kita juga punya fitur lyric effect yang bisa dibagikan ke media sosial, menjadikan pengalaman mendengarkan musik berbeda dari biasanya," ungkapnya.

Aplikasi yang sudah menggaet sejumlah label besar maupun label independen di Indonesia dan mancanegara ini juga memungkinkan pengguna saling bertukar komentar. Bahkan, sang artis pun dapat membalas komentar-komentar yang dilontarkan pengguna pada lagu masing-masing.

Christo mencontohkan, beberapa artis dalam negeri yang saat ini tengah digemari pengguna Resso adalah Sal Priadi, Baskara Putra/Hindia, hingga Pamungkas. Sal Priadi juga sempat memberikan tantangan bagi para pengguna Resso untuk membuat konten dalam bentuk video, gif atau gambar.

"Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan eksklusif hangout secara virtual bersama Sal Priadi," ungkapnya.

Sambutan hangat dari para pengguna terhadap pengalaman-pengalaman mendengarkan musik sambil membangun jejaring sosial itulah yang menjadikan Resso juga membuat sejumlah acara serupa. Para musisi yang tak lagi aktif manggung akibat pandemi kembali diaktivasi dengan sejumlah kegiatan virtual bersama para pengguna Resso.

"Ada live acoustic #DiRumahAja dengan para musisi Indonesia, mengajak para artis memainkan karya musik mereka samil berinteraksi dengan pengguna, tanya jawab dengan para musisi, hingga menghubungkan musisi junior dengan senior untuk berkolaborasi lewat program RESSOUND," paparnya.

Beberapa musisi Indonesia yang pernah terlibat dengan kegiatan musik virtual bersama Resso di antaranya meliputi Raisa, Rendy Pandugo, Andien, Eva Celia, Petra Sihombing, The Panturas, dan sebagainya. Christo optimistis, kebiasaan mendengarkan musik yang telah beralih ke platform digital dapat membuat aplikasi ini mudah diterima di pasar Indonesia.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers