web analytics
  

Pertolongan Pertama Jika Digigit Ular Berbisa

Jumat, 24 Juli 2020 10:22 WIB Adi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Sehat, Pertolongan Pertama Jika Digigit Ular Berbisa, Ular Berbisa,Digigit ular berbisa,ular berbahaya,Mengatasi gigitan ular,Pancaroba,Ular Kobra

Ular (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Musim pancaroba seperti saat ini merupakan waktunya ular kobra bertelur, sehingga masyarakat perlu waspada.

Peneliti Komunikasi Lingkungan dari Fikom Unpad, Herlina Agustin mengatakan, selama ini masyarakat cenderung salah dalam pertolongan pertama kepada korban yang digigit ular berbisa terutama kobra.

Sebagian besar masyarakat, memberikan pertolongan pertama dengan cara mengikat bagian yang digigit ular, kemudian menyedot darahnya.

"Hal tersebut tidak disarankan WHO. Karena bisa ular itu tidak masuk ke pembuluh darah, tapi melalui jalur kelenjar getah bening dulu," ujarnya kepada Ayobandung.com, Jumat (24/7/2020).

Langkah pertama yang perlu dilakukan yakni imobilisasi, mencegah agar bagian tubuh yang terkena gigitan tidak bergerak. Tujuannya, memperlambat racun menjalar ke seluruh tubuh sehingga merusak organ-organ.

Dia mencontohkan, misalnya ada orang yang terkena gigitan ular di jari tangan, ganjal dengan spalk agar tangan tidak bergerak sehingga memperlambat bisa ular yang masuk ke tubuh.

"Cara tersebut agar bisa ular yang masuk ke kelenjar getah bening tidak menjalar ke tubuh.

Bila pertolongan pertama sudah benar,  korban yang terkena gigitan ular segera bawa ke dokter untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Yayan Sopyan (56) meninggal dunia setelah digigit ular, saat akan mengambil singkong di sekitar rumahnya pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 14.00 Wib.

Menurut penuturan keluarga yakni Nano (50) adik dari almarhum, Yayan pamit untuk mengambil singkong di dekat rumah yang berada di pesawahan. Namun naas, pada tumpukan sampah tersebut terdapat ular yang diduga ular kobra dan mematuk jari tengah pada tangan kiri.

"Kejadiannya siang pas mau ambil singkong yang dekat sawah, di sekitarnya itu ada sampah berserakan. Almarhum pun membersihkan dulu sebelum mencabut singkong tapi ternyata ada ularnya," ujar Nano.

Lantaran tidak terlalu dirasa, ungkap Nano, almarhum hendak pergi ke sawah mencari ular yang menggigit tangan.

"Pas mau ke sawah, ia pusing sambil bersandar di tiang rumah. Kita sudah bujuk juga untuk ke rumah sakit tapi menolak, akhirnya kita bawa setelah bilang pusing," jelasnya.

Akan tetapi, setelah mendapatkan perawatan di RSUD Sayang, Cianjur pada pukul 17.30 WIB, Yayan pun menghembuskan nafas terakhir.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers