web analytics
  

DPR Panggil Kemendikbud Soal Hibah untuk Sampoerna dan Tanoto

Kamis, 23 Juli 2020 11:48 WIB
Umum - Nasional, DPR Panggil Kemendikbud Soal Hibah untuk Sampoerna dan Tanoto, DPR RI,Tanoto Foundation,Sampoerna Foundation,Program Organisasi Penggerak (POP),Organisasi Penggerak,nasional,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Ilustrasi (DPR RI)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi X DPR segera memanggil Kementerian Pendidikan Kebudayaan untuk meminta penjelasan terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP). Terutama soal Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation yang ikut terdaftar dalam program tersebut.

Sebelumnya, Ketua Komisi X Syaiful Huda berujar pihaknya juga bakal melakukan pemanggilan terhadap Tanoto dan Sampoerna Fondation. Pemanggilan itu, kata dia, dilakukan seusai Komisi X memanggil Kemendikbud.

"Rencana Kemendikbud dulu yang akan kami panggil," kata Huda saat dihubungi Suara.com, Kamis (23/7/2020).

Namun, ia belum spesifik menjelaskan kapan pemanggilan itu akan dilakukan. Mengingat saat ini DPR tengah memasuki masa reses.

"Besok saya update tahapannya seperti apa," kata Huda.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi X Hetifah juga belum memastikan kapan waktu pemanggilan baik terhadap Kemendikbud maupun Tanoto dan Sampoerna Fondation.

"Besok baru rapat internal tentukan agenda-agenda yang harus di masa reses. Karena rapat apapun harus ada izin pimpinan DPR," kata Hetifah dikonfirmasi Suara.com.

Diketahui, Komisi X DPR RI bakal memanggil dua yayasan yakni Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation. Kedua yayasan tersebut masuk ke dalam POP Kemendikbud.

"Kami segera memanggil kedua yayasan tersebut," ujar Huda saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Huda sebelumnya mempertanyakan dua organisasi yakni Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation sebagai mitra Organisasi Penggerak. Dua entitas itu masuk dalam kategori Gajah yang bisa mendapatkan hibah hingga Rp 20 miliar per tahun.

"Kami tidak memungkiri jika program organisasi penggerak bisa diikuti oleh siapapun yang memenuhi persyaratan. Kendati demikian harus digarisbawahi bahwa program organisasi penggerak juga merupakan upaya untuk melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya yang bergerak di bidang pendidikan," kata Huda.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers