web analytics
  

Trek Joging Seskoau Tutup, Warga Lembang Mulai Bersepeda

Kamis, 23 Juli 2020 06:20 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, Trek Joging Seskoau Tutup, Warga Lembang Mulai Bersepeda, Sepeda,Sesko AU Lembang,Berita Bandung,Pandemi Covid-19,Dampak Pandemi Covid-19

Seorang perwira siswa sedang berolahraga di trek joging, Seskoau, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (19/7/2020). Trek joging ditutup untuk umum sejak ada kasus corona di Indonesia. (Ayobandung.com/Naufal Hafizh)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Sejak awal Maret 2020, pasar Minggu di Jalan Seskoau, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ditutup untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Pasar minggu Seskoau sekilas tidak berbeda dengan pasar minggu di wilayah Gasibu, Kota Bandung. Selain banyaknya pedagang yang memenuhi Jalan Seskoau dan Jalan Adiwarta, terdapat lintasan lari yang bisa diakses warga.

Namun, yang membedakan, tempat ini seolah menjadi “pusat kesehatan dan rekreasi” warga Lembang. 

Rifqoh (20), salah seorang warga Lembang, mengaku cukup sering berolahraga di lapangan dan sekitar Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara tersebut. 

Baginya, pasar minggu Seskoau adalah hiburan murah dengan paket komplet. Banyak pedagang mulai dari makanan, pakaian, kasur, obat herbal, hingga unggas.

Tiap Minggu, biasanya Rifqoh dan teman-temannya akan joging di lapangan Seskoau, sarapan di pedagang kaki lima, dan membawa jajanan serta oleh-oleh untuk keluarga.

“Tapi udah enggak lagi joging. Dari awal Maret ditutup,” katanya, Minggu (19/7/2020). 

Hal itu dibenarkan salah seorang petugas yang sedang piket di Pos Seskoau. Sejak penutupan, warga dilarang memasuki area Seskoau. 

Tercatat, hingga Rabu (22/7/2020), pukul 11.41.02 WIB, pasien positif Covid-19 di Kecamatan Lembang sebanyak 16 orang, 2 PDP, 84 ODP, dan 71 OTG. 

“Jauh-jauh hari (Seskoau) sudah di-close (untuk mengantisipasi penyebaran). Yang olahraga di sini hanya perwira siswa. Mereka pun tidak boleh ke mana-mana,” kata petugas tersebut.

Selain penutupan akses, pedagang dilarang berjualan di Jalan Seskoau. “Intinya tak boleh jualan. Yang penting amankan lingkungan. Protokol kesehatannya sudah jelas. Tak ada tawar-menawar.”

Saat pandemi, pihak Seskoau membatalkan beberapa kegiatan yang mengundang massa. Beberapa kegiatan dialihkan secara daring. Termasuk pembelajaran bagi perwira siswa. “Pasis aja belajar virtual di kamar masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, sejak 5 Juli 2020, pedagang terlihat kembali berjualan di Jalan Adiwarta yang tersambung dengan Jalan Seskoau. Namun, petugas tersebut mengatakan, hal itu di luar tanggung jawabnya karena di luar wilayah Seskoau.

Beralih ke Sepeda

Setelah kawasan pasar minggu Seskoau tutup, Rifqoh mencari alternatif olahraga lain. Dia mulai bersepeda di lingkungan rumahnya, di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang.

Rifqoh bersepeda karena tidak ada fasilitas joging yang buka dan memadai di Lembang. “Sebetulnya joging di pinggir jalan juga bisa, tapi sekarang sepertinya lebih nyaman bersepeda,” katanya.

Dari pantauan, cukup banyak warga yang bersepeda melalui Jalan Seskoau dengan tujuan Punclut. Salah seorang di antaranya, Rina (26) mengatakan hal serupa dengan Rifqoh. Tidak adanya fasilitas dan “wisata kuliner” membuatnya bersepeda menjelajahi berbagai wilayah di Lembang.

“Udah rutin tiap minggu gowes bareng sama teman-teman. Banyaknya keliling Lembang aja. Kadang ke kampung-kampung,” tuturnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers