web analytics
  

Kampung Wisata Cisangkal, Potensi Wisata Berbasis Masyarakat

Rabu, 22 Juli 2020 18:21 WIB M. Naufal Hafizh

Kampung Wisata Cisangkal memiliki potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang sangat melimpah. (Dokumentasi Pribadi/Riza Saepul Millah)

PANGANDARAN, AYOBANDUNG.COM -- Tidak dapat diragukan lagi bahwa sektor pariwisata di Indonesia sudah sangat mendunia dan diakui keindahan dan keragamannya.

Terdapat lebih dari 17.000 pulau yang tersebar dari ujung timur sampai barat Indonesia, beragam budaya dengan kurang lebih 700 bahasa daerah, dan potensi alam yang melimpah-ruah karena iklim yang mendukung untuk pertumbuhan flora yang eksotis.

Tidak lupa dengan kekayaan satwa yang juga tak kalah beragam.
Potensi wisata tersebut tentu butuh pengelolaan yang benar dan tepat agar bisa berdaya guna.

Potensi-potensi tersebut harus diperkenalkan kepada masyarakat dengan bijaksana. Tidak hanya bertujuan untuk mempopulerkan tempat wisata yang ada, pengelolaan juga dilakukan agar kegiatan pariwisata yang dilakukan tetap ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi alam.

Selain itu, pariwisata juga merupakan sektor ekonomi yang penting bagi negara, khususnya bagi masyarakat yang bergantung kepada potensi wisata yang ada di sekitar lingkungannya.

Menurut Kominfo, pariwisata merupakan sektor jasa berbasis kreatif. Indonesia dengan potensi pariwisata yang kaya harusnya bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, industri pariwisata ini diharapkan bisa tetap ramah lingkungan dengan tidak mengorbankan keindahan alam dengan merusaknya.

Riza Saepul Millah, perencana pariwisata yang berfokus pada potensi wisata di Jawa Barat khususnya Kabupaten Pangandaran, mengatakan, terdapat konsep yang bernama Community Base Tourism (CBT) atau pariwisata yang berbasis masyarakat.

Konsep tersebut yaitu kegiatan pariwisata yang langsung melibatkan peran aktif masyarakat dalam setiap kegiatannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Manfaat tidak hanya dari sisi ekonomi, melainkan yang paling penting adalah manfaat pelestarian lingkungan dan budaya, serta manfaat edukasi bagi masyarakat. Sehingga masyarakat bisa berdaya dan mampu mengembangkan potensi yang ada di daerahnya,” kata Riza.

cisangkal-1.jpg" />
Kampung Wisata Cisangkal memiliki potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang sangat melimpah. (Dokumentasi Pribadi/Riza Saepul Millah)

Salah satu penerapan konsep CBT ini ada di Kampung Wisata Cisangkal yang sedang dikembangkan oleh Riza dan masyarakat Kampung Cisangkal. Kampung ini lebih tepatnya berada di Dusun Mekarmulya, Desa Bangunkarya, Kabupaten Pangandaran.

Menurut Riza, kampung ini memiliki potensi yang besar untuk dijadikan kampung wisata yang ramah lingkungan dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar.

“Kampung Cisangkal mempunyai potensi pertanian, peternakan, dan budaya. Diharapkan dengan  hadirnya wisatawan bisa terjadi proses pertukaran ilmu dan informasi. Wisatawan selain bisa belajar mengenai cara hidup masyarakat desa, juga bisa belajar bagaimana bertani, berternak, berkebun dan belajar tentang kesenian lokal. Begitupun sebaliknya, masyarakat bisa belajar tentang keilmuan, budaya dan informasi dari wisatawan yang berasal dari kota atau bahkan mancanegara,” ujar Riza.

Kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan yaitu tinggal di homestay rumah warga, ikut aktivitas warga ke kebun dan kandang, serta ikut latihan kesenian lokal. Riza berharap wisatawan mendapatkan kesenangan sekaligus dapat pengalaman berkesan ketika berwisata ke desa.

Kampung Wisata Cisangkal memiliki potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan yang sangat melimpah. (Dokumentasi Pribadi/Riza Saepul Millah)

 

Berbagai potensi Kampung Wisata Cisangkal di antaranya adalah potensi pertanian dan perkebunan yaitu hutan Cisangkal dengan mata air Cisangkal dan hutan pohon durian yang sudah berusia ratusan tahun. Pohon tersebut memiliki nama unik dan cerita lokal yang menyertainya. Kepala Dusun Mekarmulya, Sukaedin, mengatakan, durian ini menjadi sentral usaha perkebunan di Cisangkal. Setiap musim berbuah, satu pohon durian di sana bisa menghasilkan 1500-2000 buah.  

Selain durian, ada juga manggis, padi, dan palawija. Untuk mengaliri pertanian dan perkebunan tersebut, terdapat sungai Batukelir dan juga dijadikan sebagai wahana menangkap ikan dan permainan air tradisional.

Selain potensi alam, Kampung Wisata Cisangkal memiliki potensi budaya dan kesenian. Kesenian yang berkembang di sana yakni Seni Ketuk Tilu dan Seni Ebeg. Masyarakat Kampung pun memiliki ciri khas budaya dan tradisinya sendiri. “Gotong royong menjadi ciri khas masyarakat Kampung Wisata Cisangkal. Ketika ada warga yang mempunyai acara pernikahan atau khitanan, masyarakat dan para tetangga bahu-membahu bersama berbagi peran membantu seperti bagian dekorasi panggung, mengisi acara, dan memasak,” ucap Riza.

Pengembangan Kampung Wisata Cisangkal ini diinisiasi oleh Kepala Dusun Mekarmulya, Sukaedin, bersama beberapa tokoh Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran, Abah kunay dan Asep Kartiwa, serta para relawan pariwisata dan masyarakat. Sukaedin serta masyarakat desa mempunyai tujuan kampung Cisangkal bisa membawa masyarakat berdaya dan mempunyai nilai tambah baik ekonomi maupun edukasi masyarakat melalui pariwisata.

Pengembangan Kampung Wisata Cisangkal ini tidak luput dari proses perencanaan dan pelaksanaan yang matang. Penerapan CBT juga diharuskan bisa tepat sasaran agar tujuan atau visi misi yang telah ditetapkan bisa tercapai. Riza menjelaskan, terdapat proses pengembangan secara nonfisik dan juga fisik.

“Secara nonfisik ada pendampingan, pelatihan, dan sosialisasi kurang lebih selama satu tahun mengenai perencanaan pariwisata oleh para relawan pariwisata dan tokoh pariwisata. Lalu fisiknya dukungan dari desa dan pemerintah daerah melalui dana desa, yaitu untuk pembangunan akses jalan umum maupun usaha tani, fasilitas umum yaitu ruang pertemuan, rumah adat dan rumah pohon, serta toilet yang diperkirakan akhir Juli ini akan selesai,” papar Riza.

Proses perencanaan sampai saat ini masih berlangsung, Sukaedin berkata saat ini Kampung Wisata Cisangkal sedang mengembangkan beberapa pembangunan dan penataan untuk mendukung pariwisata di Kampung Cisangkal, seperti area homestay bagi wisatawan, rumah pohon, dan tempat kegiatan sekolah PKBM. 

“Rencana pembukaan dan peresmian kampung Cisangkal untuk wisatawan dicanangkan bisa terlaksana pada Agustus tahun ini,” ujar Sukaedin.

Tentunya ada output yang diharapkan dari pengembangan Kampung Wisata ini. Riza mengatakan, Kampung Wisata Cisangkal ini bisa menjadi kampung wisata percontohan di Kabupaten Pangandaran, dengan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan ekonomi masyarakat dan peningkatan sumber daya masyarakat lokal, dengan menjadikan masyarakat sebagai aktor kunci sehingga bisa berdaya secara keberlanjutan. (Fariza Rizky Ananda)
 

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers