web analytics
  

Ini Syarat untuk Menjadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Rabu, 22 Juli 2020 17:11 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Ini Syarat untuk Menjadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung, Vaksin Covid-19,Virus Corona,Bio Farma,nasional

Koordinator lapangan penelitian, dr. Eddy Fadlyana (Ayobandung.com/Nur Khansa)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM -- Setelah mendapatkan izin dari komite etik, Universitas Padjajaran bekerjasama dengan Bio Farma akan segera melakukan uji klinis tahap 3 bakal vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovach Biotek, Tiongkok. Uji klinis tersebut dilakukan terhadap ribuan orang di 5 negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, uji klinis akan dilakukan terhadap 1.620 warga yang berada dalam usia produktif, yakni 18-59 tahun. Jumlah subjek uji klinis tersebut ditentukan melalui perhitungan statistik dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, tingkat kesehatan penduduk, dan instrumen lainnya.

Koordinator lapangan penelitian, dr. Eddy Fadlyana mengatakan, penelitian akan dilakukan di 6 titik. Nantinya para subjek penelitian akan dicari melalui sosialisasi atau penyuluhan langsung.

"Ini akan dilakukan di Kota Bandung dengan 6 site penelitian. 1 di sini (Lab Eyckman), 1 di Balai Kesehatan Unpad, dan 4 site di Puskesmas," ungkapnya dalam konferensi pers di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Rabu (22/7/2020).

"Cara mrekrut subjek yang 1.620 ini kami akan lakukan sosialisasi ke masyarakat, apakah dalam bentuk penyuluhan langsung atau melalui leaflet. Apabila ingin jadi sukarelawan dapat menghubngi kontak yang tertera," jelasnya.

Saat ini, ia mengatakan, banyak orang yang telah mengubungi pihaknya untuk dijadikan relawan. Salah satunya adalah sebuah rumah sakit di Jakarta.

"Mungkin di sana sangat mengkhawatirkan sehingga ingin seluruh karyawannya ikut penelitian ini sebagai sukarelawan. Intinya supaya dapat kekebalan terhadap Covid-19," ungkapnya.

Selain berusia produktif, para relawan juga harus berada dalam kondisi sehat. Nantinya para calon relawan harus mengikuti pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk dinyatakan layak mengikuti proses uji klinis.

Eddy mengatakan, pihaknya menjamin penyuktikan vaksin Covid-19 ini akan berlangsung aman. Pasalnya, vaksin tersebut terbuat dari virus SARS CoV-2 yang sudah dimatikan, bukan dilemahkan.

"Tetapi virus yang dimatikan ini masih memiliki daya untuk membuat antibodi. Bila diberikan pada orang yang sakit sekalipun, tidak akan berbahaya," ungkapnya.

Sebelumnya, vaksin ini pun telah melalui tahap pengujian terhadap hewan dan pengujian terhadap manusia dalam 2 fase yang melibatkan ratusan orang di Tiongkok. Hasilnya secara konsisten menunjukan bahwa vaksin tersebut aman.

"Kami melakukan sesuai prosedur yang ditetapkan WHO dan Badan POM, juga dimonitor oleh tim pakar independen," ungkapnya.

Dia mengatakan, penelitian uji klinis tersebut ditargetkan selesai dalam 6 bulan. Pada 3 bulan pertama, akan ada 540 orang yang menjalani pengetesan terlebih dahulu.

"Setelah 3 bulan itu data yang ada di Indonesia akan digabung dengan berbagai negara sehingga diharapkan Januari 2021 sudah bisa digunakan masyarakat," jelasnya. 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers