web analytics
  

Perakit Senjata Api Asal Nagreg Diciduk Polisi

Rabu, 22 Juli 2020 12:13 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, Perakit Senjata Api Asal Nagreg Diciduk Polisi, Senjata Api Rakitan,Perakit Senjata Api,Polda Jabar,Kriminal,Berita Polda Jabar,Berita Jabar

Polisi ungkap perkara senjata api rakitan. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Ditreskrimum Polda Jawa Barat menangkap pelaku perakit senjata api. Pelaku berinisial AS yang juga warga Pamucatan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, kini telah diamankan di Polda Jabar, Rabu (22/7/2020).

Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol Chuzaini Patoppoi mengatakan, menurut pengakuan pelaku, senjata tersebut digunakan untuk kepentingan berburu.

"Kami telah mengamankan pelaku terkait kepemilikan senjata api dan amunisi tanpa izin. Kemudian ditemukan barang bukti berupa 1 pucuk senjata api laras panjang 5,56 mm 4 TJ, kemudian 1 pucuk senjata api laras panjang 5,56 mm 5 TJ dan 275 peluru berbagai jenis," ujarnya di Polda Jawa Barat, Rabu (22/7/2020).

Patoppoi menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam kepada pelaku. 

"Tersangka ini pembuat langsung dan pengguna senjata api," ucapnya.

Pelaku telah membuat senjata api rakitan sejak tahun 1998 hingga saat ini. Dalam kurun waktu 22 tahun, pelaku telah menghasilkan tiga senjata api rakitan. Sebanyak dua senjata api telah lulus uji coba dan satu lainnya masih dalam tahap perbaikan.

"Barang bukti yang diamankan diantaranya adalah 1 pucuk senjata api laras panjang kaliber 5,56 TJ 4, lalu 1 pucuk senjata api laras panjang kaliber 5,56 TJ 5, lalu 1 pucuk senjata api laras yang masih dalam perbaikan, 29 butir peluru kaliber 3.03, lalu 46 butir peluru kaliber 7,62. Kemudian 62 butir peluru kaliber 7,62, lalu 52 butir peluru kaliber 5,56," jelas Patoppoi.

Tak hanya itu, petugas kepolisian juga mengamankan alat-alat perkakas diantaranya gergaji besi, palu, penggaris besi, 5 buah laras dan 22 buah magazen. Atas perbuatannya, AS dikenai Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat RI No.12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers