web analytics
  

Boy Jati Asmara, Sang Bad Boy Persib Musim 2005

Selasa, 21 Juli 2020 15:21 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Boy Jati Asmara, Sang Bad Boy Persib Musim 2005, Berita Persib Hari Ini,Boy Jati Asmara,Pemain Persib,Pemain Persib Baheula,Persib

Boy Jati Asmara, Sang Bad Boy Persib Musim 2005 (Dok. Pribadi)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Musim 2005 adalah tahun Boy Jati Asmara berseragam Persib Bandung. Sempat memperkuat Persipura Jayapura (2004), Boy akhirnya 'dipulangkan' ke kampung halaman oleh pelatih legenda, Indra Tohir.

Awalnya, Boy promosi dari tim junior ke skuad Maung Bandung pada musim 2002 bersama Eka Ramdani dan Erik Setiawan. Demi mengasah potensi, dua musim Boy mengembara ke luar Bandung dengan memperkuat Persijatim dan Persipura Jayapura.

Sekembalinya Boy ke skuat Pangeran Biru, Boy menjelma menjadi penyerang andalan bersama penyerang asing asal Nigeria, Ekene Ikenwa di skuat Maung Bandung.

Di dalam lapangan, Boy dikenal sebagai penyerang yang selalu tampil ngotot. Dengan energi luar biasa, Boy selalu tampil trengginas saat mendapatkan kepercayaan tampil. Tak jarang, ia tampil meledak-ledak untuk mendongkrak semangat juang tim.

Boy mengungkapkan, alasan utama dirinya untuk selalu tampil tak kenal lelah. Menurut Boy, suporter menjadi alasan utama untuk menanamkan permainan ngotot selama berkarir di lapangan hijau.

"Kalau saya berpikir, begini, ketika saya memakai jersey sebuah klub, saya datang ke lapangan ada orang yang mengeluarkan sesuatu untuk dia menonton saya. Akhirnya bahwa setiap penampilan saya di lapangan harus membayar apa yang penonton keluarkan untuk menonton saya," kata Boy, Selasa (21/7/2020).

Boy juga menganggap, setiap pertandingan baginya merupakan final. Ia enggan melihat timnya ditumbangkan lawan. Karenanya, Boy tak kenal takut saat berhadapan dengan lawan mana pun dan mencoba tampil maksimal demi meraih kemenangan.

"Satu sisi juga setiap pertandingan adalah final buat saya, jadi rasa tidak mau kalah, rasa ingin selalu menang itu membentuk karakter saya yang seperti itu," ungkapnya.

Pemain bernomor punggung 17 Persib pada musim 2005 itu juga tak keberatan jika penonton menyematkan kesan bad boy pada dirinya. Boy mengakui, kengototannya merupakan karakter dalam dirinya yang tak mau kalah dan mencoba membayar loyalitas pendukung.

"Mungkin (bad boy) itu penilaian mereka sebetulnya seperti saya bilang tadi, itu muncul karena karakter bermain. Karakter diri saya sebagai pemain di lapangan, jadi di mana pun kita bermain, dengan siapa pun bermain semaksimal mungkin kita mengeluarkan kemampuan terbaik kita," katanya.

Terlebih Boy menegaskan, sebuah kebanggaan bisa berseragam Persib. Baginya, Persib adalah simbol kebanggaan tanah kelahiran. Boy juga menyebut, Persib adalah tempatnya dilahirkan, dibesarkan, dan berkembang. Dia pun enggan membuat malu dan ingin tetap menjaga martabat Persib.

"Apalagi bermain di Persib dengan logo Kota Bandung bahwa saya asli orang Suunda tidak ada alasan untuk tidak mati-matian di lapangan," ujarnya.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers