web analytics
  

1.650 Warga Bandung Jalani Uji Klinis Calon Vaksin, Yana Minta Minimalisasi Dampak

Selasa, 21 Juli 2020 14:01 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, 1.650 Warga Bandung Jalani Uji Klinis Calon Vaksin, Yana Minta Minimalisasi Dampak, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,Berita Bandung,COVID-19,Vaksin Covid-19,Virus Corona

Ilustrasi (Republika)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Rencananya, sebanyak 1.650 warga Kota Bandung akan menjalani uji klinis calon vaksin Covid-19 buatan Sinovach Biotech, Tiongkok, sebaga relawan. Uji klinis tersebut akan dilakukan melalui kerjasama Sinovach dengan tim riset Universitas Padjajaran juga Bio Farma.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya tersebut. Ia berharap uji klinis tersebut dapat berbuah manis

"Pemkot Bandung mengapresiasi ada satu vaksin yang akan diuji klinis di Kota Bandung. Kami berharap vaksin ini betul-betul bisa efektif," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (21/7/2020).

Meski demikian, ia mengaku tetap memiliki kekhawatiran tersendiri terhadap proses tersebut. Oleh karenanya, ia meminta tim penguji klinis dapat meminimalisasi dampak-dampak yang mungkin terjadi.

"Kan pasti dampaknya ada, kekhawatiran itu ada saja. Tapi mudah-mudahan dengan iuji dengan yang kompeten yakni Biofarma maka ini (dampaknya) bisa diminimalisasi," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua tim riset Fakultas Kedokteran Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil menjelaskan, uji klinis calon vaksin Covid-19 ini akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Komite Etik Penelitian Unpad. Calon vaksin akan disuntikkan sebanyak 2 kali ke tubuh relawan.

Relawan tersebut merupakan orang sehat yang sudah dicek kondisi tubuhnya. Penyuntikkan akan dilakukan sebanyak 2 kali per 14 hari. Secara berkala, tim akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap setiap relawan. Pemantauan relawan dilakukan selama 7 bulan.

“Kita cari orang sehat, lalu kita suntikkan vaksinnya, apakah vaksinnya memunculkan zat anti terhadap penyakit atau tidak,” kata Prof. Kusnandi dalam keterangan resminya di laman web Unpad, Rabu (15/7/2020).

Sebelum diilakukan uji klinis ke manusia, calon vaksin ini telah melewati tahap pengujian kepada hewan. Sementara tahpan uji klinis ke manusia terdiri dari tiga fase. Fase pertama, ia mengatakan diujikan kepada 100 orang dewasa. Jika dinyatakan aman, uji coba masuk kepada fase kedua, yaitu uji coba kepada minimal 400 orang.

Setelah kembali berhasil, uji coba selanjutnya masuk ke fase 3, yaitu dengan jumlah relawan mencapai ribuan orang. Saat ini, uji klinis di Kota Bandung merupakan pengujian pada fase 3. 

Uji coba fase 3 tidak bisa dilakukan hanya pada satu sentra pengujian, tetapi harus dilakukan di banyak lokasi. Karena itu, uji klinis calon vaksin Covid-19 ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara di dunia.

“Hasil uji coba di fase 3 hasilnya harus sama.Kalau hasilnya tidak sama (di setiap negara), vaksin tidak boleh dijual,” ungkapnya

Jika sudah disetujui Komite Etik, proses penyuntikkan akan dilakukan di 6 tempat. Keenam tempat tersebut meliputi Rumah Sakit Pendidikan Unpad, kampus Unpad Dipati Ukur, serta 4 Puskesmas di Kota Bandung.

Ia memastikan, uji klinis ini tetap memperhatikan keselamatan relawan. Upaya preventif ini sudah dimasukkan ke dalam rencana kerja yang saat ini tengah ditelaah oleh Komite Etik.

"Orangnya sudah diasuransikan,” jelasnya. 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers