web analytics
  

Pengamalan Nilai-nilai Pancasila saat Pandemi

Selasa, 21 Juli 2020 10:46 WIB Netizen Vina Fitrotun Nisa, M.Si
Netizen, Pengamalan Nilai-nilai Pancasila saat Pandemi, Pancasila,Corona,COVID-19

Ilustrasi. (BUMN)

Vina Fitrotun Nisa, M.Si

Asisten peneliti di Pusat Riset Ketahanan Nasional Universitas Indonesia

AYOBANDUNG.COM -- Jika semua negara ditanyakan mengenai kesiapan menghadapi Covid-19, niscaya tak akan ada yang mengira mahluk tak terlihat dapat membuat perubahan radikal di semua lini kehidupan dan meluluh lantahkan keadaan ekonomi suatu negara. Jika semua orang ditanya mengenai penderitaan yang dihadapi dalam melawan virus corona, mungkin semua menjawab tidak senang harus mengurung diri didalam rumah selama berbulan bulan. Namun perjuangan melawan Covid-19 belum berakhir.

Saya yakin dibalik ujian Covid-19 ini, semangat dan optimisme masyarakat untuk pulih dari keterpurukan sangatlah besar. yang harus kita sadari bersama adalah semua orang di seluruh dunia merasakan hal yang sama yaitu cemas Covid-19 akan menginfeksi kita. Hal tersebut kemudian berakibat pada proteksi diri yang kerap dimanifestasikan dengan sikap curiga dan saling menyalahkan. Khawatir tetangga akan menularkan dan menyalahkan semua pihak atas keadaan yang tidak menyenangkan ini.

Peliknya persoalan yang dihadapi bersama rasanya tidak pantas dikotori lagi dengan sikap saling menyalahkan atau diadu domba untuk alasan politis. Sedangkan obat yang kita butuhkan saat ini adalah kebersamaan. Memupuk kebersamaan adalah sikap patriotis yang saat ini perlu kita tanamkan pada setiap orang. Dalam memaknai kebersamaan dalam situasi wabah seperti ini bukan berarti diwujudkan dengan berkumpul bersama di suatu tempat. Namun kita secara bersama-sama dalam melawan virus corona.

Wabah dalam ketahanan nasional merupakan salah satu ancaman suatu bangsa. Kita mungkin baru menyadari bahwa virus dapat menjadi ancaman nyata dalam skala nasional dan global bagi eksistensi manusia. Sebelum keadaan membaik yang ditunjukkan dengan penurunan statistik penularan. Ketidakpastian merupakan keniscayaan yang harus kita terima bersama. untuk melawan pesimisme kita memiliki sejumlah tuntunan nilai yang sebenarnya telah kita anut bersama. Nilai itu merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

Memperkuat Spiritualitas

Sila pertama dalam pancasila adalah “ketuhanan yang maha esa” dengan memperkuat aspek-aspek spiritual berdasarkan agama yang dianut oleh masing-masing bangsa Indonesia merupakan pengamalan pancasila dalam menghadapi Covid-19. Virus ini mungkin telah membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan bahkan keluarganya. Kepercayaan yang kuat kepada yang maha kuasa dan penerimaan atas takdir Tuhan merupakan obat dari ujian melawan Covid-19

Selain diwujudkan dengan penerimaan, pengamalan pancasila sila pertama dapat ditunjukkan dengan meningkatkan intensitas beribadah. Dengan diterapkannya kebijakan pembagian jadwal kerja dan PJJ kita dipaksa untuk menghabiskan waktu lebih banyak di rumah. Dengan cara tersebut kita justru dapat lebih banyak meluangkan waktu untuk beribadah kepada sang maha pemilik kehidupan berdasarkan agama yang dianut masing-masing

Memperkuat Solidaritas Sosial

Masih lekat dalam ingatan beberapa waktu lalu saat ada oknum yang berusaha menghalangi bahkan menolak pemakaman jenazah Covid-19. Entah apa yang merasuki sekelompok orang tersebut, padahal yang harus kita junjung tinggi dalam melawan virus corona adalah kemanusiaan. Kasus lain yang terjadi adalah adanya sebagian masyarakat yang mengucilkan pasien Covid-19 yang sudah sembuh.

Sikap-sikap seperti diatas tentu sangat jauh dari pengamalan nilai-nilai pancasila. Yang harus kita pupuk bersama dalam menyikapi pasien Covid-19 yang sembuh dan meninggal adalah memperkuat solidaritas. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan perhatian kita kepada keluarga ataupun pasien itu sendiri. Karena dengan memperkuat jalinan sosial muncul sikap saling membantu dan meringankan beban yang ditanggung. Selain itu solidaritas sosial juga dapat ditunjukkan dengan pemberian donasi kepada orang-orang yang secara langsung terkena imbas wabah ini.

Memperkuat persatuan dan kesatuan

bersatu” adalah kunci dari kemerdekaan yang dapat kita raih dari tangan penjajah. Tanpa persatuan dan kesatuan yang dikorbankan oleh pendahulu kita, cita-cita untuk mendirikan negara yang aman dan damai hanya impian belaka. Dahulu pendahulu kita disatukan oleh semangat dan kesamaan nasib sebagai negara yang menginginkan kemerdekaan. Nasionalisme kemudian dikobarkan untuk medeka dari penjajah.

Saat ini yang harus kita lawan bersama adalah virus. Dengan kekompakan untuk mematuhi seluruh protokol kesehatan dan mengikuti seluruh anjuran dari tenaga kesehatan merupakan perwujudan dari pengamalan pancasila sila ke-3. Jika seluruh protokol dipatuhi bersama dan didukung dengan kebijakan pemerintah yang tepat, kasus penularan Covid-19 pasti akan segera menurun.

Memperkuat kebijakan yang pro rakyat

Dalam situasi yang serba sulit ini, bukan hanya masyarakat yang kesulitan dalam beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang baru ini, pemerintah pun dituntut untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran supaya tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Nyatanya kebijakan-kebijakan yang saat ini masih dilematis memaksa semua pihak untuk dijalankan bersama. Dengan membuat kebijakan yang pro masyarakat artinya pemerintah telah mengamalkan pancasila sila ke-4, yakni permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Memperkuat keadilan sosial dalam membagikan bantuan

Peran semua pihak untuk mengawasi alokasi dana dan bantuan sosial Covid-19 merupakan perwujudan dari sila ke-5. Jangan sampai dengan adanya bantuan sosial hanya pihak-pihak yang secara politik mendukung pemerintah kota atau kabupaten saja dan mereka yang miskin dan berhak mendapatkan bantuan terabaikan begitu saja. Dalam keadaan genting seperti ini, kealidan pada pemimpin justru dipertaruhkan sebagai bentuk pengamalan dari sila ke-5.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Masa Kecil Anak Zaman Now!

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:40 WIB

Masa kecil merupakan pengalaman atau peristiwa yang terjadi saat masih anak- anak. Masa ini biasanya hanya datang satu k...

Netizen, Masa Kecil Anak Zaman Now!, Permainan Tradisional,anak zaman now

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:32 WIB

Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat

Netizen, Wujudkan Lingkungan Selamat Melalui Fesyen Lambat, fesyen lambat,Fesyen,Kerusakan Lingkungan

Interpretasi dalam Geowisata

Netizen Kamis, 17 Juni 2021 | 19:40 WIB

Daya tarik geowisata Jawa Barat adalah jawaranya.

Netizen, Interpretasi dalam Geowisata, Interpretasi,geowisata,Jawa Barat

Akankah Bandung Jadi Kota Gurun?

Netizen Kamis, 17 Juni 2021 | 10:00 WIB

Sekitar 50 tahun terakhir ini, Kota Bandung telah kehilangan banyak pohon.

Netizen, Akankah Bandung Jadi Kota Gurun?, Bandung,Kota Gurun,degradasi lahan,Banjir Bandang

Koresponden Bintang Hindia

Netizen Rabu, 16 Juni 2021 | 13:07 WIB

Koresponden Bintang Hindia

Netizen, Koresponden Bintang Hindia, kartawinata,raden kartawinata,koresponden bintang hindia,pers,wartawan

Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Netizen Senin, 14 Juni 2021 | 22:15 WIB

Lalu apa saja peran yang dapat dilakukan oleh Psikolog Forensik saat melakukan pendampingan anak korban kekerasan seksua...

Netizen, Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Psikolog Forensik,Kasus,kekerasan seksual,Anak,anak di bawah umur

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

artikel terkait

dewanpers