web analytics
  

Disdik KBB Dorong Literasi Pembelajaran Jarak Jauh

Senin, 20 Juli 2020 20:06 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Disdik KBB Dorong Literasi Pembelajaran Jarak Jauh, Dinas Pendidikan KBB,pembelajaran jarak jauh (PJJ)

pembelajaran jarak jauh (PJJ) (Kavin Faza)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sektor pendidikan terpaksa harus menerapkan pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai imbas pandemi Covid-19. Kondisi ini harus mendorong siswa agar lebih inovatif melakukan pendalaman materi pembelajaran dari guru secara autodidak. 

Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan (Disdik), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadang A Sapardan mengatakan, PJJ adalah langkah strategis dan aman dalam menyikapi pandemi Covid-19. 

Hal itu mengacu SE Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan dan SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-19. 

"PJJ adalah langkah aman dalam mengantisipasi dan menghentikan penyebaran COVID-19. Tinggal bagaimana siswa dan orang tua melakukan peningkatan literasi agar materi yang disampaikan guru bisa dikembangkan," ucapnya, Senin (20/7/2020).

Menurutnya kemampuan literasi seluruh warga satuan pendidikan, terutama seluruh siswa harus mendapat perhatian serius dan menjadi program yang diterapkan oleh setiap sekolah. 

Hal itu perlu dilakukan karena kemampuan literasi pada setiap siswa dapat menjadi pemicu perluasan wawasan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Pada dunia pendidikan, kebijakan literasi dikemas dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Terdapat enam literasi dasar yang harus dimiliki oleh siswa, yaitu literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. 

Keenam literasi tersebut harus diterapkan pada berbagai kegiatan kurikuler, intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler.

"Moment pandemi Covid-19 tidak harus dimaknai negatif. Ini harus dijadikan dasar pijakan untuk terus mendorong keberangsungan pembelajaran, di antaranya dengan melakukan penguatan literasi pada seluruh siswa," ucap Dadang. 

Pada pelaksanaan pola pembelajaran ini harus ada kedisiplinan dan integritas seluruh unsur yang terlibat terutama siswa. Mereka harus disiplin mengikuti berbagai instruksi yang disampaikan guru, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. 

Apalagi metoda PJJ ini memungkinkan siswa memiliki kebebasan tidak terbatas untuk mengembangkan pengetahuan yang didapat dari guru. 

"Pandemi Covid-19 ini kan belum dapat diprediksi kapan berakhir, sedangkan pembelajaran harus tetap berjalan. Makanya sekolah harus memberi ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan literasi selama PJJ, sebagai bagian integral dari implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)," pungkasnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers