web analytics
  

200 Lebih Hewan Kurban di Bandung tak Lolos Tes Kesehatan

Senin, 20 Juli 2020 17:37 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, 200 Lebih Hewan Kurban di Bandung tak Lolos Tes Kesehatan, hewan kurban,hewan kurban bandung,dispangtan kota bandung,Iduladha

Tim Satgas Pemeriksaan Hewan Kurban memeriksa hewan kurban di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (15/7/2020). Tim Satgas Pemeriksaan Hewan Kurban dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung tersebut menerjunkan 100 orang yang bertugas memeriksa hewan kurban masih hidup dan setelah penyembelihan di 30 Kecamatan Kota Bandung. Selain itu, petugas mengajak masyarakat agar mematuhi standar protokol kesehatan seperti memakai masker, memakai sarung tangan, dan jaga jarak. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung terus mengecek ante mortem terhadap kelayakan hewan kurban yang akan dijual. Hasil pemeriksaan sampai 17 Juli 2020 menunjukkan adanya 241 hewan kurban yang tidak layak jual.

Kepala Dispangtan Bandung Gingin Ginajar melaporkan, berdasarkan data yang dihimpun Satgas Kurban Kota Bandung, ke-241 hewan kurban tersebut terdiri dari sapi, domba, dan kambing. Permasalahannya meliputi usia hewan yang terlalu muda hingga adanya gangguan kesehatan pada hewan tersebut.

Adapun lokasi pemeriksaan berada di 15 kecamatan. Yakni Babakan Ciaparay, Cibiru, Ujungberung, Kiara Condong, Lengkong, Regol, Gedebage, Bandung Kulon, Cidadap, Cinambo, Rancasari, Sukasari, Cicendo, Buahbatu, dan Bojongloa Kidul.

"Total hewan yang diperiksa ada 3.626 ekor," ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Senin (20/7/2020).

Rinciannya, dari total 1.953 sapi yang diperiksa, sebanyak 54 di antaranya tergolong tidak layak. Puluhan sapi tersebut ditemukan mengalami cacingan, sakit mata, sakit kulit, lalu belum cukup umur.

Untuk domba, terdapat 185 yang ekor yang dinyatakan tidak layak karena sakit mata dan belum cukup umur. Total domba yang telah diperiksa sebanyak 1.661 ekor.

Sementara kambing, total terdapat 2 ekor yang tidak layak karena belum cukup umur. Jumlah tersebut didapat dari total 10 ekor kambing yang telah diperiksa.

Gingin menyatakan, hewan-hewan yang tidak sehat maupun tidak cukup umur direkomendasikan untuk tidak dijual. Pihaknya telah meminta hewan yang sakit untuk dipisahkan kandangnya dari hewan sehat.

"Hewan yang sakit kandangnya dipisahkan dari yang sehat, dan diberi obat juga diawasi," ungkapnya.

"Dan yang belum cukup umur tidak diberi kalung. Juga ditandai dengan warna hijau. Kami sudah minta untuk tidak dijual," jelasnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers