web analytics
  

Profauna Jabar Minta BKSDA Usut Penyebab Monyet Turun ke Pemukiman

Senin, 20 Juli 2020 16:15 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Profauna Jabar Minta BKSDA Usut Penyebab Monyet Turun ke Pemukiman, Kera Ekor Panjang,Berita Bandung,Kera di Lembang,Kera diracun di Lembang,Wisata Lembang,Berita Lembang

Kera Ekor Panjang (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Belum lama ini, jagat pemberitaan diramaikan dengan monyet ekor panjang yang diracun seorang warga di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kawanan monyet tersebut diketahui turun ke pemukiman penduduk dan mengambil hasil kebun warga.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Profauna Jawa Barat Nadya Andriani mengatakan, fenomena monyet yang turun ke pemukiman bukanlah hal baru. Hal tersebut bisa disebabkan oleh kejadian alam ataupun ketidakseimbangan ekosistem.

"Sebenarnya waktu ada letusan (Gunung Tangkuban Perahu) juga monyet-monyet banyak yang turun. Tapi itu faktor alam, yang sekarang belum diketahui sebabnya apa. Harus diusut dari atas (dari habitatnya)," ungkapnya ketika dihubungi Ayobandung.com, Senin (20/7/2020).

Ia mengatakan, salah satu peyebabnya juga dapat dipicu oleh jumlah wisatawan di kawasan Lembang yang berkurang akibat Covid-19. Habitat monyet yang berada di hutan dataran tinggi yang kini banyak berubah menjadi tempat wisata pun dapat jadi pemicu.

"Mungkin juga pasokan makanan berkurang, atau bisa karena biasanya ada wisatawan yang memberi makan dan buah sekarang tidak ada sehingga monyet turun ke desa," ungkapnya.

"Saya melihatnya karena perkembangan tempat wisata yang semakin lama semakin mengambil lahan di atas dan wilayah lintasan monyet akhirnya tergusur," jelasnya.

Selama ini, ia mengatakan, kejadian tersebut belum pernah diteliti dan ditindak secara tuntas. Sehingga, kejadian serupa kerap terulang.

"Tidak lama sebelum kejadian diracun ini juga kan ada yang mati tertabrak tapi memang tidak bisa ditolong karena monyet yang mati dikerumuni kawanannya," ungkapnya.

"Ini sudah kejadian beberapa kali dan belum ada tindakan, sampai akhirrnya viral kasus yang diracun ini. Harus ada crosscheck," lanjutnya.

Ia mengatakan, tindakan warga yang meracun monyet meskipun warga tersebut dirugikan tidak dapat dibenarkan. Meski demikian, saat ini tidak ada regulasi yang bisa memperkarakan kekerasan terhadap binatang yang tidak dilindungi.

"Sebenarnnya memang tidak dibenarkan, tapi permasalahannya monyet ekor panjang tidak termasuk satwa liar dilindungi, jadi mau diperkarakan pun agak susah mencari celahnya. Jadinya simalakama," ungkapnya.

Untuk itu, ia mengusulkan pihak yang berwenang--dalam hal ini Balai Konservasi Sumber Dala Alam (BKSDA) Jabar--untuk melakukan patroli dan mengusut penyebab utama maraknya monyet turun ke pemukiman. Sehingga, penanganan yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah hal serupa terulang di kemudian hari.

"Saya mengusulkan untuk dilakukan patroli, dicari tahu permasalahannya. Selama masalah utamanya tidak diketahui, mereka akan kembali turun ke pemukiman," ungkapnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers