web analytics
  

AS Pertimbangkan Pemblokiran Aplikasi TikTok

Senin, 20 Juli 2020 10:01 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Internasional, AS Pertimbangkan Pemblokiran Aplikasi TikTok, TikTok,Blokir,Amerika Serikat,AS,India,Cina

TikTok merupakan aplikasi asal Cina yang tengah mendapat sorotan publik, salah satunya mengenai masalah keamanan data pribadi penggunanya. (Unsplash.com/Kon Karampelas)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan pemblokiran beberapa aplikasi milik Cina, salah satunya TikTok. Wacana pemblokiran tersebut muncul karena adanya pertimbangan ancaman keamanan nasional.

Mengutip dari CNN, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, pemblokiran aplikasi TikTok tengah dipertimbangkan dengan serius. Dia menambahkan, masyarakat hanya boleh mengunduh aplikasi tersebut jika ingin data pribadinya berada di tangan Partai Komunis Cina.

Menanggapi pernyataan Pompeo, TikTok angkat bicara. “TikTok dipimpin oleh CEO Amerika, dengan ratusan karyawan dan pemimpin utama di bidang keselamatan, keamanan, produk, dan kebijakan publik di AS,” ujar Juru Bicara TikTok.

TikTok pun membantah adanya ancaman keamanan terhadap data pribadi penggunanya, bahwa TikTok memiliki prioritas tertinggi untuk mempromosikan keamanan bagi pengguna. “Kami tidak pernah memberikan data pengguna kepada pemerintah Cina, dan kami juga tidak akan melakukannya jika diminta."

TikTok telah mengatakan sebelumnya bahwa mereka beroperasi secara terpisah dari ByteDance. Dikatakan bahwa pusat datanya terletak sepenuhnya di luar Cina, dan tidak ada data yang tunduk pada hukum Cina. Data pengguna TikTok AS disimpan di AS, dengan cadangan di Singapura.

TikTok merupakan aplikasi milik perusahaan startup asal Beijing, ByteDance. Aplikasi yang tengah menjadi sorotan publik ini sudah diunduh lebih dari 315 juta pengguna dalam kurun waktu 3 bulan pertama tahun ini. Menurut perusahaan analisis, Sensor Tower, pencapaian tersebut adalah unduhan paling banyak dari aplikasi manapun sepanjang sejarah.

Jika pemblokiran TikTok terjadi, AS menjadi negara kedua setelah India yang sudah memblokir TikTok sejak 29 Juni 2020.

Pemblokiran TikTok di India merupakan kebijakan pemerintah setempat setelah terjadi konflik di perbatasan Cina dan India di Ladakh dan berujung dengan insiden berdarah pada 15 Juni. Selain TikTok, India juga memblokir 59 aplikasi asal Cina. (Fariza Rizky Ananda)

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers